AS Dihantam Badai Musim Dingin, Listrik Padam dan 4.000 Penerbangan Dibatalkan



KONTAN.CO.ID - Lebih dari 4.000 penerbangan di Amerika Serikat (AS) dibatalkan pada Sabtu (24/1/2026) menjelang badai musim dingin besar yang telah memutus aliran listrik ke lebih dari 210.000 pelanggan hingga sejauh Texas dan mengancam melumpuhkan negara-negara bagian di wilayah timur dengan hujan salju lebat.

Para peramal cuaca menyebutkan, salju, hujan es, dan hujan beku yang disertai suhu sangat dingin akan menyapu dua pertiga wilayah timur AS pada Minggu dan berlanjut hingga pekan depan.

Menyebut badai ini sebagai “bersejarah”, Presiden Donald Trump pada Sabtu menyetujui penetapan status darurat bencana federal di South Carolina, Virginia, Tennessee, Georgia, North Carolina, Maryland, Arkansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, Indiana, dan West Virginia.


Baca Juga: Militer Menang di Pemilu Myanmar, Tolak Tudingan Manipulasi Suara

“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi dengan seluruh negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman dan tetap hangat,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Dampak Diperkirakan Lumpuh hingga Katastrofik

Sebanyak 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).

“Kami mencatat puluhan ribu orang di negara bagian selatan terdampak telah kehilangan aliran listrik. Kru utilitas saat ini bekerja untuk memulihkan listrik secepat mungkin,” ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem pada Sabtu sore.

Jumlah pemadaman listrik terus bertambah. Hingga pukul 02.00 waktu setempat Minggu (07.00 GMT), sekitar 217.000 pelanggan di AS tidak mendapatkan pasokan listrik, terutama di Louisiana, Mississippi, Texas, dan Tennessee, menurut PowerOutage.com.

Baca Juga: Aksi Pendaki AS Alex Honnold Mendaki Gedung Tertinggi di Taiwan Tanpa Tali

Departemen Energi AS pada Sabtu mengeluarkan perintah darurat yang mengizinkan Electric Reliability Council of Texas (ERCOT) mengerahkan sumber pembangkit cadangan di pusat data dan fasilitas besar lainnya guna membatasi risiko pemadaman bergilir di negara bagian tersebut.

Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan adanya badai musim dingin dengan cakupan luas dan durasi panjang yang akan membawa akumulasi es berat di wilayah tenggara AS, dengan dampak yang disebut “melumpuhkan hingga berpotensi katastrofik secara lokal”.

Peramal cuaca juga memprediksi rekor suhu dingin dan hembusan angin berbahaya akan meluas ke wilayah Great Plains pada Senin.

Hingga pukul 22.21 waktu setempat, lebih dari 4.000 penerbangan di AS yang dijadwalkan pada Sabtu telah dibatalkan, menurut situs pelacak penerbangan FlightAware.

Sementara itu, lebih dari 9.400 penerbangan yang semula dijadwalkan terbang pada Minggu juga dibatalkan.

Baca Juga: Maduro 2.0: Apa yang Terjadi Jika AS Menyingkirkan Ayatollah Khamenei?

Maskapai dan Operator Listrik Siaga

Maskapai penerbangan utama AS memperingatkan penumpang agar bersiap menghadapi perubahan jadwal dan pembatalan mendadak.

Dalam pembaruan pada Sabtu pagi, Delta Air Lines menyatakan terus melakukan penyesuaian jadwal, termasuk pembatalan tambahan untuk penerbangan dari Atlanta dan wilayah Pantai Timur, seperti Boston dan New York City.

Maskapai itu juga memindahkan tenaga ahli dari wilayah bersuhu dingin untuk mendukung proses de-icing dan penanganan bagasi di sejumlah bandara selatan.

JetBlue menyebutkan hingga Sabtu pagi telah membatalkan sekitar 1.000 penerbangan hingga Senin, dengan potensi pembatalan tambahan.

United Airlines mengatakan persiapan cuaca mereka mencakup pembatalan penerbangan secara proaktif di wilayah dengan kondisi cuaca terburuk.

Baca Juga: Bank of America Rilis Peringatan Keras soal Pasar Saham yang Sulit Diabaikan Investor

Operator jaringan listrik AS juga meningkatkan langkah antisipasi untuk menghindari pemadaman bergilir.

Dominion Energy, yang operasinya di Virginia mencakup kumpulan pusat data terbesar di dunia, menyatakan jika prakiraan es terbukti akurat, badai ini bisa menjadi salah satu peristiwa musim dingin terbesar yang pernah memengaruhi operasional perusahaan.

Dalam konferensi pers terkait kesiapan pemerintah menghadapi badai, Noem mengimbau masyarakat AS untuk waspada.

“Akan sangat, sangat dingin. Kami mendorong semua orang untuk menyiapkan bahan bakar dan persediaan makanan. Kita akan melalui ini bersama,” ujarnya.

Selanjutnya: Harga Emas Antam Berpeluang Tembus Rp 3 Juta per Gram Pekan Depan, Ini Sentimennya

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh