AS gandakan anggaran penilitian vaksin corona, mendekati US$ 1 miliar



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. Amerika Serikat (AS) akhirnya menggandakan anggaran investasinya menjadi hampir US$ 1 miliar demi percepatan penelitian vaksin corona.

AFP melaporkan bahwa dana besar ini akan disuntikkan pemerintah ke perusahaan bioteknologi Moderna yang pada hari Senin (27/7) ini akan memulai fase akhir yang menentukan uji klinis.

Pemerintah siap menggelontorkan dana hingga US$ 472 juta untuk investasi tahap kedua ini. Sebelumnya, suntikan dana mencapai US$ 483 juga sudah diberikan kepada Moderna.


Pihak Moderna sendiri sudah mengonfirmasi adanya investasi tersebut. Moderna mengatakan bahwa itu merupakan upaya pemerintah AS untuk mempercepat dan memperluas uji klinis vaksin di fase 3. Sekarang sudah ada 30.000 peserta yang akan ambil bagian dari uji coba vaksin ini.

Baca Juga: WHO: Secara realistis, vaksin corona baru bisa digunakan tahun 2021

Sebelumnya, Moderna sudah melakukan uji coba berskala kecil dengan hanya 45 peserta. Hasilnya, vaksin mampu menghasilkan antibodi corona yang dipercaya bisa menangkal penyakit.

Pada uji coba Senin ini, dari 30.000 peserta yang diuji, separuhnya akan menerima dosis sebanyak 100 mikrogram.Sementara sisanya akan diberikan plasebo.

Langkah ini jelas menunjukkan keseriusan pemerintah AS dalam membasmi wabah corona dari negara mereka.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintahan Trump kerap mendapat kritik karena dinilai terlalu acuh terhadap bahaya virus corona. Bahkan Trump baru menganjurkan penggunaan masker pada minggu lalu setelah ratusan ribu warganya meninggal akibat virus ini.