AS Hadapi Wabah Campak Terburuk Sejak 1991, New York Tetapkan Status Darurat



KONTAN.CO.ID - Gubernur New York Kathy Hochul menetapkan status darurat bencana di seluruh negara bagian akibat wabah campak pada Senin (5/10/2026).

Ini menjadi penetapan status darurat pertama oleh negara bagian di Amerika Serikat (AS) sejak kasus campak mulai melonjak pada 2025.

Pemerintah New York juga memperluas kewenangan tenaga kesehatan yang diperbolehkan memberikan vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR), seiring meningkatnya kasus di sejumlah wilayah pedesaan.


Baca Juga: Yield US Treasury Naik, Tenor 10 dan 30 Tahun Cetak Rekor 24 Tahun

"Tak seorang pun seharusnya mengalami sakit parah atau meninggal akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin," kata Hochul dalam pernyataannya dilansir Reuters.

Berdasarkan perintah eksekutif tersebut, New York telah mencatat 108 kasus campak sepanjang tahun ini hingga 3 Oktober.

Sebanyak 92 kasus di antaranya tercatat sejak 15 Juli dan terjadi di wilayah pedesaan dengan tingkat imunisasi rendah yang tersebar di 18 county.

Sebanyak tujuh kasus dilaporkan di New York City, sementara 101 kasus lainnya berada di wilayah lain di negara bagian tersebut. Departemen kesehatan setempat telah memberikan lebih dari 1.000 dosis vaksin MMR di wilayah pedesaan sejak 15 Juli.

Wabah juga terjadi di negara bagian tetangga, Pennsylvania. Hingga 2 Oktober, Pennsylvania mencatat 977 kasus campak dan lima kematian, sebagian besar terjadi di wilayah pedesaan yang berbatasan dengan New York.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun US$ 2, Ekspor Timur Tengah Mulai Pulih

Pejabat kesehatan Pennsylvania pada Senin menyatakan jumlah kasus telah menembus 1.000 kasus. Angka tersebut menjadi wabah campak terbesar di negara bagian itu dalam lebih dari tiga dekade.

Secara nasional, AS tengah menghadapi tahun terburuk untuk kasus campak sejak 1991. Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan hampir 3.900 kasus campak telah dilaporkan di AS sepanjang tahun ini.

Perluas akses vaksinasi

Status darurat yang mulai berlaku Senin dan berlangsung hingga 4 November tersebut memberikan kewenangan tambahan kepada sejumlah tenaga kesehatan.

Perawat terdaftar diperbolehkan memesan tes bagi pasien yang diduga terkena campak. Selain itu, apoteker diperbolehkan memberikan vaksin MMR kepada anak mulai usia dua tahun.

Baca Juga: Harga Emas Bertahan di US$4.100, Dolar AS dan Yield Tinggi Masih Jadi Beban

Perintah tersebut juga mewajibkan seluruh pemberian vaksin MMR dilaporkan ke registri imunisasi negara bagian New York atau New York City dalam waktu 72 jam.

Untuk pelaporan tersebut, persetujuan orang dewasa tidak lagi diperlukan. Namun, pemberian vaksin tetap membutuhkan persetujuan pasien atau wali sah bagi pasien yang masih di bawah umur.