KONTAN.CO.ID - Kapal tanker kimia CS Anthem keluar dari Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026), kata operatornya pada Selasa (5/5/2026). Kapal ini menjadi kapal komersial kedua berbendera Amerika Serikat yang diketahui berhasil keluar dari selat tersebut dengan perlindungan militer AS. Mengutip
Reuters, sebelumnya, Maersk pada Senin menyatakan bahwa Alliance Fairfax, kapal pengangkut kendaraan berbendera AS yang dioperasikan anak usahanya Farrell Lines, telah keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Crowley-Stena Marine Solutions, operator CS Anthem, menyatakan dalam pernyataan: “Kapal yang dikelola Crowley, CS Anthem, telah menyelesaikan pelayaran melintasi Selat Hormuz dengan aman.”
Sementara itu, tiga kapal berbendera AS lainnya yang terjebak di kawasan tersebut sejak perang AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari, masih berada di Teluk Persia, menurut tiga sumber. Salah satu kapal tersebut adalah tanker produk Stena Imperative, yang terkena dua proyektil tak dikenal di pelabuhan Bahrain pada awal Maret, menyebabkan kebakaran di kapal. Saat ini kapal tersebut berada di dok kering (dry dock) di kawasan Teluk, kata para sumber.
Baca Juga: Donald Trump Hentikan Sementara Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Ada Apa? Militer AS membantu memulihkan arus pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, kata CENTCOM dalam unggahan di X pada Senin. CENTCOM menyebut kapal perusak Angkatan Laut AS berpeluru kendali saat ini beroperasi di Teluk Persia di bawah arahan bernama “Project Freedom.”
NBC News, mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa kedua kapal tersebut membawa tim keamanan militer AS saat Iran meluncurkan serangan terhadap mereka ketika melintasi Selat Hormuz pada Senin. Perwakilan Maersk dan Crowley belum memberikan komentar atas laporan tersebut. Sekitar 20% minyak dunia melewati Selat Hormuz sebelum selat tersebut praktis ditutup oleh Iran dan pelabuhan-pelabuhan Iran diblokade oleh AS.
CS Anthem dan Alliance Fairfax termasuk di antara ratusan kapal yang sempat terdampar di Teluk Persia akibat penutupan virtual Selat Hormuz pada awal Maret. Maersk menyatakan pelayaran Alliance Fairfax selesai tanpa insiden dan seluruh awak kapal selamat serta tidak terluka. Para sumber menyebut CS Anthem telah mengganti kru beberapa pekan lalu, dan pelayarannya keluar dari kawasan juga berlangsung tanpa insiden.
Tonton: Alarm Darurat Energi CEO Chevron Dunia Mulai Kekurangan Minyak Tabel: Ringkasan Perkembangan Konflik Selat Hormuz
| Isu Kunci | Perkembangan Terbaru | Dampak Langsung |
| Status Selat Hormuz | Praktis tertutup sejak konflik | 20% pasokan minyak dunia terganggu |
| Operasi AS (Project Freedom) | Ditunda sementara oleh Trump | Ketidakpastian keamanan pelayaran meningkat |
| Blokade terhadap Iran | Tetap diberlakukan penuh | Tekanan ekonomi dan logistik pada Iran |
| Operasi militer AS (Epic Fury) | Rubio klaim sudah selesai | AS menghindari eskalasi lanjutan |
| Harga minyak | Turun US$ 2,30 setelah pernyataan Trump | Harga tembus turun di bawah US$ 100/barel |
| Situasi UEA | Klaim diserang drone & rudal | Potensi konflik melebar ke negara Teluk |
| | | |