WASHINGTON. Credit Suisse AG mengaku bersalah telah membantu warga Amerika menggelapkan aset dan menyembunyikan kewajiban pajak dari pemerintah AS. Pemerintah dan regulator AS menjatuhkan denda US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 29,6 triliun (asumsi Rp 11.400 per dollar AS) pada bank kedua terbesar Swiss ini. Menurut Departemen Kehakiman AS, ini merupakan denda terbesar dalam kasus pajak Amerika. Credit Suisse juga merupakan bank terbesar yang mengaku bersalah terkait kasus ini dalam 20 tahun terakhir.Sengketa negara melawan Credit Suisse diperkarakan di Pengadilan Federal Alexandria, Virginia. Pengadilan ini sebelumnya mendakwa 8 bankir Credit Suisse terkait kasus yang sama. Dua di antaranya sudah dinyatakan bersalah. Brady Dougan, Chief Executive Officer (CEO) Credit Suisse dalam pernyataan resminya Senin (19/5), mengaku menyesal atas tindakan di masa lalu. Bank juga telah menghentikan seluruh layanan pengelolaan dana kekayaan bagi warga Amerika yang berada di luar AS. Dengan begitu, jasa keuangan bagi warga Amerika tetap berada di bawah kendali regulator. Menurut jaksa negara AS Eric Holder, Credit Suisse bersalah telah merekrut klien warga AS dan membantu menyembunyikan kekayaan dari Internal Revenue Service (IRS). Bank ini juga selama satu dekade terakhir enggan bekerjasama dengan baik dengan penyelidik AS dan bahkan menghilangkan beberapa dokumen penting.
AS jatuhkan denda Rp 30 triliun pada Credit Suisse
WASHINGTON. Credit Suisse AG mengaku bersalah telah membantu warga Amerika menggelapkan aset dan menyembunyikan kewajiban pajak dari pemerintah AS. Pemerintah dan regulator AS menjatuhkan denda US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 29,6 triliun (asumsi Rp 11.400 per dollar AS) pada bank kedua terbesar Swiss ini. Menurut Departemen Kehakiman AS, ini merupakan denda terbesar dalam kasus pajak Amerika. Credit Suisse juga merupakan bank terbesar yang mengaku bersalah terkait kasus ini dalam 20 tahun terakhir.Sengketa negara melawan Credit Suisse diperkarakan di Pengadilan Federal Alexandria, Virginia. Pengadilan ini sebelumnya mendakwa 8 bankir Credit Suisse terkait kasus yang sama. Dua di antaranya sudah dinyatakan bersalah. Brady Dougan, Chief Executive Officer (CEO) Credit Suisse dalam pernyataan resminya Senin (19/5), mengaku menyesal atas tindakan di masa lalu. Bank juga telah menghentikan seluruh layanan pengelolaan dana kekayaan bagi warga Amerika yang berada di luar AS. Dengan begitu, jasa keuangan bagi warga Amerika tetap berada di bawah kendali regulator. Menurut jaksa negara AS Eric Holder, Credit Suisse bersalah telah merekrut klien warga AS dan membantu menyembunyikan kekayaan dari Internal Revenue Service (IRS). Bank ini juga selama satu dekade terakhir enggan bekerjasama dengan baik dengan penyelidik AS dan bahkan menghilangkan beberapa dokumen penting.