AS Jatuhkan Sanksi Bagi 10 Individu dan Perusahaan Karena Membantu Persenjataan Iran



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap 10 individu dan perusahaan, termasuk beberapa di China dan Hong Kong, karena membantu upaya militer Iran untuk mendapatkan senjata dan bahan baku yang digunakan untuk membangun drone Shahed milik Teheran. 

Langkah Departemen Keuangan AS, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, terjadi beberapa hari sebelum Presiden AS Donald Trump berencana melakukan perjalanan ke China untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan ketika upaya untuk mengakhiri perang dengan Iran telah terhenti.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Keuangan AS mengatakan tetap siap untuk mengambil tindakan ekonomi terhadap basis industri militer Iran sehingga Teheran tidak dapat membangun kembali kapasitas produksinya dan memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya.


Baca Juga: Belum Kelar Hantavirus, Norovirus Infeksi Lebih dari 100 Orang di Caribbean Princess

Departemen Keuangan AS juga mengatakan siap untuk bertindak terhadap perusahaan asing mana pun yang mendukung perdagangan ilegal Iran, termasuk maskapai penerbangan, dan dapat memberlakukan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang membantu upaya Iran, termasuk yang terkait dengan kilang minyak "teko" independen China.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump yang tegas, kami akan terus bertindak untuk menjaga keamanan Amerika dan menargetkan individu dan perusahaan asing yang memasok senjata kepada militer Iran untuk digunakan melawan pasukan AS,” kata Menteri Keuangan Scott Bessent dalam sebuah pernyataan.