AS Karantina 18 Penumpang Kapal Pesiar Usai Wabah Hantavirus Terdeteksi



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pejabat Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat pada Senin (11/5/2026) mengatakan, 18 penumpang dari kapal pesiar mewah telah diterbangkan kembali ke AS dan kini menjalani karantina setelah terjadi wabah hantavirus di kapal tersebut.

Satu penumpang yang dinyatakan positif infeksi kini dirawat di unit biokontainmen di Nebraska, sementara 16 lainnya dipantau di University of Nebraska Medical Center. Dua penumpang lainnya dirawat di Atlanta, termasuk satu orang yang mengalami gejala dan dibawa ke fasilitas khusus di Emory University.

Kapal yang terlibat adalah MV Hondius, sebuah kapal pesiar ekspedisi mewah yang dikaitkan dengan wabah virus Andes, salah satu jenis hantavirus yang diketahui dapat menular secara terbatas antarmanusia. Secara umum, hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat liar.


Baca Juga: Freeport LNG Kembali Beroperasi, Harga Gas AS Langsung Naik 5%

Pejabat kesehatan AS menegaskan bahwa risiko terhadap masyarakat umum tetap sangat rendah. Virus Andes tidak mudah menular dan biasanya hanya menyebar melalui kontak dekat yang berkepanjangan dengan individu yang sudah menunjukkan gejala.

Seorang pejabat kesehatan menyebutkan bahwa dua penumpang yang dirawat di Atlanta adalah pasangan, dan salah satunya mengalami gejala sebelum dipindahkan ke fasilitas biokontainmen.

Angela Hewlett, dokter penyakit infeksi dan direktur medis unit biokontainmen Nebraska, mengatakan pasien yang dirawat di sana dalam kondisi baik dan belum menunjukkan gejala. Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan pasien tetap tanpa gejala.

Para penumpang yang dikarantina berusia antara akhir 20-an hingga awal 80-an tahun dan dapat menjalani pemantauan hingga 42 hari.

Kelompok tersebut terdiri dari 17 warga negara Amerika Serikat dan satu warga negara Inggris yang memiliki kewarganegaraan ganda dan memilih kembali ke AS untuk perawatan.