AS ke China: Bantu Akhiri Perang Rusia di Ukraina atau Kehilangan Posisi di Dunia



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. China harus membantu mengakhiri perang keji Rusia di Ukraina atau akan kehilangan posisinya di dunia, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Rabu (13/4).

Yellen menyatakan dalam pidato di lembaga think tank Dewan Atlantik, dia "sungguh-sungguh" berharap China akan menggunakan "hubungan khusus" dengan Rusia untuk membujuk Moskow untuk mengejar perdamaian.

"Sikap dunia terhadap China dan kesediaannya untuk merangkul integrasi ekonomi lebih lanjut mungkin akan dipengaruhi oleh reaksi China terhadap seruan kami untuk tindakan tegas terhadap Rusia," kata Yellen, seperti dikutip Reuters.


Baca Juga: Bank Dunia: Negara-Negara di Seluruh Dunia Harus Kurangi Ketergantungan pada China

Pernyataan Yellen itu mencerminkan seruan Pemerintahan Joe Biden agar China mengutuk invasi Rusia dan berpihak pada demokrasi Barat, yang dengannya Beijing menikmati hubungan ekonomi yang menguntungkan.

Ke depan, Yellen menyebutkan, akan semakin sulit bagi China dan Barat untuk memisahkan masalah ekonomi dari masalah keamanan nasional yang lebih luas.

"Apa pun tujuan dan strategi geopolitik China, kami tidak melihat interpretasi yang ramah dari invasi Rusia, atau konsekuensinya bagi tatanan internasional," ungkap Yellen.

China tidak bisa mengharapkan dunia untuk menghormati setiap seruan di masa depan dari Beijing tentang kedaulatan dan integritas teritorial jika gagal untuk menghormati prinsip-prinsip ini di Ukraina "sekarang, ketika itu penting", Yellen menambahkan.