KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) menilai “kelemahan” Eropa menjadi alasan perlunya Washington menguasai Greenland demi menjaga stabilitas global. Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait wacana akuisisi wilayah Arktik tersebut dari Denmark. Berbicara dalam program Meet the Press di NBC, Minggu (18/1/2026), Bessent mengatakan penguasaan Greenland merupakan langkah strategis dalam persaingan geopolitik melawan Rusia dan China.
Baca Juga: Super Kaya! Bukan Hanya Minyak, Ini 7 Kekayaan Alam Tersembunyi Venezuela “Kami adalah negara terkuat di dunia. Eropa memproyeksikan kelemahan. Amerika Serikat memproyeksikan kekuatan,” ujar Bessent. Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif terhadap negara-negara Uni Eropa yang menentang upaya AS mengambil alih Greenland, termasuk Denmark yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Washington. Bessent optimistis para pemimpin Eropa pada akhirnya akan menerima gagasan tersebut. “Saya percaya Eropa akan memahami bahwa ini yang terbaik bagi Greenland, terbaik bagi Eropa, dan terbaik bagi Amerika Serikat,” katanya.
Baca Juga: Kanada Buka Pintu, Dominasi Mobil Listrik China Ancam Pabrikan AS Penolakan Bipartisan di Kongres AS Namun, pernyataan Bessent menuai kritik keras dari sejumlah anggota Kongres, baik dari Partai Republik maupun Demokrat. Senator Rand Paul, Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Senat dari Partai Republik, menyebut penggunaan dalih keadaan darurat untuk mengambil alih Greenland sebagai sesuatu yang “tidak masuk akal”. “Sekarang kita mau mendeklarasikan keadaan darurat untuk mencegah keadaan darurat?” kata Paul. Senator Demokrat Tim Kaine mengatakan Komite Keamanan Dalam Negeri Senat dapat mendorong resolusi pembatasan kewenangan perang presiden, atau menantang penggunaan tarif sebagai alat tekanan politik. Sementara itu, anggota DPR dari Partai Republik Mike Turner memperingatkan bahwa ancaman tarif terhadap Eropa berisiko merusak hubungan AS dengan sekutu NATO. “Ini bukan The Art of the Deal,” ujarnya, merujuk pada buku Trump. “Bahasanya sama sekali tidak mencerminkan kemitraan.”
Baca Juga: Eropa Siap Bekukan Pakta Dagang dengan AS Sumber Daya Alam Jadi Sorotan Di sisi lain, sejumlah senator menilai kekayaan sumber daya alam Greenland menjadi motif utama di balik ambisi Trump. Senator Republik Ted Cruz menyebut mineral Greenland sebagai salah satu “manfaat ekonomi besar” selain nilai strategis wilayah tersebut. “Ini jelas sangat menguntungkan bagi kepentingan Amerika Serikat,” kata Cruz.
Sebaliknya, Senator Demokrat Chris Van Hollen menuding Trump tidak jujur kepada publik AS. Menurutnya, isu keamanan nasional hanya dijadikan dalih untuk menutupi kepentingan ekonomi. “Presiden berbohong kepada rakyat Amerika ketika mengatakan ini soal keamanan. Yang dia pedulikan hanyalah sumber daya alam Greenland,” tegas Van Hollen.