AS Kuasai Minyak Venezuela: Ekonomi Caracas Berubah Total



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright mengatakan, AS perlu mengendalikan penjualan dan pendapatan minyak Venezuela tanpa batas waktu untuk menstabilkan ekonomi negara itu dan membangun kembali sektor minyaknya.

Komentar tersebut mencerminkan pentingnya minyak mentah bagi strategi Presiden Donald Trump di Venezuela setelah pasukan AS menggulingkan pemimpin negara itu, Nicolas Maduro, dalam serangan di ibu kota Caracas pada hari Sabtu.

"Kita perlu memiliki pengaruh dan kendali atas penjualan minyak tersebut untuk mendorong perubahan yang mutlak harus terjadi di Venezuela," kata Wright pada Konferensi Energi, Teknologi Bersih & Utilitas Goldman Sachs di Miami seperti dilansir dari Reuters, Kamis (8/1/2026).


Baca Juga: Lowongan Kerja AS Anjlok di November 2025, Sinyal Pelemahan Pasar Tenaga Kerja

Ia mengatakan pendapatan tersebut akan digunakan untuk menstabilkan ekonomi Venezuela, dan pada akhirnya untuk membayar kembali perusahaan minyak besar Exxon Mobil dan ConocoPhillips atas kerugian ketika aset mereka dinasionalisasi oleh mantan Presiden Hugo Chavez hampir dua dekade lalu.

Negara anggota OPEC ini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia tetapi hanya menyumbang sekitar 1% dari pasokan global setelah puluhan tahun kurangnya investasi yang mengikis produksi.

Stok Minyak Akan Dijual Lebih Dulu

Wright mengatakan AS akan memasarkan minyak Venezuela yang tersimpan terlebih dahulu dan kemudian menjual produksi masa depan yang sedang berlangsung, termasuk ke kilang-kilang AS yang secara khusus dilengkapi untuk memprosesnya, dengan pendapatan yang disetorkan ke rekening yang dikendalikan oleh pemerintah AS.

Penjualan tersebut telah dimulai dan AS telah melibatkan "pemasar komoditas terkemuka dunia dan bank-bank utama" untuk melaksanakan dan memberikan dukungan keuangan untuk penjualan tersebut, menurut pernyataan dari Departemen Energi AS.

Wright menambahkan bahwa ia sedang berbicara dengan perusahaan-perusahaan minyak AS untuk mempelajari kondisi apa yang memungkinkan mereka memasuki Venezuela untuk membantu meningkatkan produksi negara tersebut dalam jangka panjang.

Baca Juga: AS Berupaya Sita Kapal Tanker Venezuela Berbedera Rusia

"Sumber dayanya sangat besar. Ini seharusnya menjadi pusat energi yang kaya, makmur, dan damai," katanya.

Pada hari Selasa, Washington mengumumkan kesepakatan dengan Caracas untuk awalnya mengekspor minyak mentah Venezuela senilai hingga US$ 2 miliar ke Amerika Serikat. 

Kesepakatan ini merupakan tanda bahwa pejabat pemerintah Venezuela menanggapi tuntutan Trump agar mereka membuka diri terhadap perusahaan minyak AS atau berisiko menghadapi intervensi militer lebih lanjut. 

Trump mengatakan ia ingin Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, memberikan akses penuh kepada AS dan perusahaan swasta ke industri minyak negaranya.

"Alih-alih minyak diblokir, seperti sekarang, kita akan membiarkan minyak mengalir," kata Wright pada konferensi tersebut.

Penjualan minyak "akan menguntungkan rakyat Amerika, ekonomi Amerika, dan pasar energi global, tetapi tentu saja, itu juga akan sangat menguntungkan rakyat Venezuela," katanya.

Perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka sedang dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat untuk penjualan minyak. Anggota dewan PDVSA, Wills Rangel, mengatakan kepada Reuters bahwa AS perlu membeli kargo dengan harga internasional jika menginginkan minyak Venezuela.

Saham perusahaan penyulingan minyak AS, Marathon Petroleum, Phillips 66, dan Valero Energy naik antara 2,5% dan 5%.

Selanjutnya: Genjot Kinerja Lebih Ngegas, PGAS Salurkan Gas ke Industri

Menarik Dibaca: Waspada, Ini Deretan Makanan yang Bisa Tingkatkan Risiko Asam Urat Tinggi