AS Melunak Soal Resolusi PBB untuk Iran, China dan Rusia Diperkirakan Tetap Veto



KONTAN.CO.ID - Washington telah merevisi rancangan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuntut Iran menghentikan serangan dan aktivitas penambangan ranjau di Selat Hormuz. Namun, para diplomat mengatakan perubahan tersebut kemungkinan besar tidak akan mencegah veto dari China dan Rusia.

Veto dari China akan menjadi situasi yang cukup rumit menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China pekan depan, di mana perang Iran diperkirakan menjadi salah satu agenda utama pembahasan.

Mengutip Reuters, draft terbaru yang dibagikan kepada anggota Dewan Keamanan PBB pada Kamis (7/5/2026) sore dan dilihat oleh Reuters menghapus klausul yang merujuk pada Bab VII Piagam PBB, yang memungkinkan Dewan Keamanan menjatuhkan langkah-langkah mulai dari sanksi hingga aksi militer.


Meski demikian, bahasa yang keras terhadap Iran tetap dipertahankan. Draft tersebut juga masih memuat klausul bahwa jika Iran tidak mematuhi ketentuan, Dewan Keamanan akan “bertemu kembali untuk mempertimbangkan langkah-langkah efektif, termasuk sanksi, guna menjamin kebebasan navigasi di kawasan tersebut.”

Belum jelas kapan Dewan Keamanan akan melakukan pemungutan suara atas resolusi itu.

Walaupun teks resolusi tersebut tidak secara eksplisit mengizinkan penggunaan kekuatan militer, isi draft juga tidak menutup kemungkinan itu. Resolusi tersebut “menegaskan kembali hak negara-negara anggota, untuk membela kapal mereka dari serangan dan ancaman, termasuk yang merusak hak dan kebebasan navigasi.”

Baca Juga: Rusia Ukraina Gencatan Senjata 3 Hari: 2.000 Tawanan Perang Dibebaskan!

Sebuah resolusi sebelumnya yang didukung Amerika Serikat dan dinilai membuka jalan untuk melegitimasi aksi militer AS terhadap Iran gagal disahkan bulan lalu setelah Rusia dan China menggunakan hak veto mereka di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara.

Para diplomat mengatakan versi awal resolusi saat ini, yang disusun oleh Amerika Serikat dan Bahrain serta diajukan kepada anggota Dewan Keamanan minggu ini, mendapat penolakan keras dari China dan Rusia.

Seorang diplomat PBB mengatakan bahwa meskipun referensi Bab VII telah dihapus, seperti juga dilakukan pada resolusi bulan lalu, draft baru tersebut tetap belum menjawab keberatan utama China dan Rusia.

Misi China di PBB menyatakan belum memberikan komentar terhadap draft baru itu, sementara misi Rusia belum langsung merespons.

Dalam pernyataan pada Kamis, misi Rusia di PBB mengatakan anggota Dewan Keamanan seharusnya menahan diri dari “mendorong rancangan resolusi yang sepihak dan konfrontatif” yang dapat “memicu gelombang eskalasi baru di Timur Tengah.”

Tonton: AS dan Iran Kembali Baku Tembak di Selat Hormuz! Trump: “Cuma Love Tap”

“Karena alasan itulah pada 7 April lalu Rusia bersama China memblokir adopsi rancangan resolusi mengenai situasi di Selat Hormuz,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pada Selasa, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut resolusi yang diusulkan itu sebagai ujian terhadap efektivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mendesak China serta Rusia agar tidak memveto rancangan tersebut.

Tabel Istilah Penting

Istilah Arti
Veto Hak anggota tetap DK PBB untuk menggagalkan resolusi
Dewan Keamanan PBB Organ utama PBB yang menangani keamanan internasional
Bab VII Piagam PBB Bagian piagam yang mengatur tindakan terhadap ancaman perdamaian
Selat Hormuz Jalur pelayaran strategis antara Teluk Persia dan Laut Arab
Kebebasan Navigasi Hak kapal untuk melintas secara aman di perairan internasional