KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat menunda implementasi perjanjian teknologi senilai US$ 40 miliar dengan Inggris, menyusul kekhawatiran di Washington atas pendekatan London terhadap regulasi digital dan standar pangan. Kesepakatan "Tech Prosperity Deal," yang mencakup kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan energi nuklir sipil, disepakati selama kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke Inggris pada bulan September, sebagai perayaan hubungan erat kedua negara dan kemampuan untuk bekerja sama dalam perdagangan dan teknologi. Mengutip Reuters, Selasa (16/12/2025), Inggris menjadi negara pertama yang pada prinsipnya menyetujui penurunan beberapa tarif AS pada bulan Mei, tetapi implementasinya berjalan lambat. Pembicaraan tentang sektor-sektor seperti baja terhenti, meskipun kedua pihak menyepakati kerangka kesepakatan farmasi awal bulan ini.
AS Menunda Implementasi Kesepakatan Teknologi Senilai US$ 40 Miliar dengan Inggris
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat menunda implementasi perjanjian teknologi senilai US$ 40 miliar dengan Inggris, menyusul kekhawatiran di Washington atas pendekatan London terhadap regulasi digital dan standar pangan. Kesepakatan "Tech Prosperity Deal," yang mencakup kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan energi nuklir sipil, disepakati selama kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke Inggris pada bulan September, sebagai perayaan hubungan erat kedua negara dan kemampuan untuk bekerja sama dalam perdagangan dan teknologi. Mengutip Reuters, Selasa (16/12/2025), Inggris menjadi negara pertama yang pada prinsipnya menyetujui penurunan beberapa tarif AS pada bulan Mei, tetapi implementasinya berjalan lambat. Pembicaraan tentang sektor-sektor seperti baja terhenti, meskipun kedua pihak menyepakati kerangka kesepakatan farmasi awal bulan ini.