AS Perketat Blokade Teknologi China, FCC Usul Larangan Impor Total Produk Lama



KONTAN.CO.ID -  Hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas seiring dengan langkah agresif Washington dalam membatasi ruang gerak teknologi asal Negeri Tirai Bambu.

Pemerintah AS di bawah administrasi Trump secara resmi mengusulkan perluasan penindakan terhadap perangkat teknologi China yang dianggap mengancam keamanan nasional.

Langkah ini menandai babak baru dalam upaya perlindungan sektor telekomunikasi Amerika dari potensi spionase asing.


Baca Juga: Paus Leo Akhirnya Serang Trump, Vatikan Ambil Sikap Tegas

Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada hari Jumat mengusulkan larangan impor menyeluruh terhadap peralatan dari beberapa manufaktur asal China.

Langkah teranyar ini merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya pada tahun 2022 yang telah melarang persetujuan model-model baru di pasar Amerika Serikat.

Kini, regulator telekomunikasi tersebut membidik perangkat yang sudah mendapatkan izin sebelum aturan tahun 2022 tersebut diberlakukan.

Ekspansi Larangan dan Daftar Perusahaan Terdampak

Melansir laporan dari Reuters, FCC sebelumnya telah memasukkan berbagai peralatan telekomunikasi dan pengawasan video ke dalam "Covered List" atau daftar terlarang sejak tahun 2021.

Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar ini dinilai sebagai risiko keamanan nasional yang signifikan bagi infrastruktur komunikasi AS. Beberapa raksasa teknologi yang terkena dampak langsung antara lain:

  • Huawei Technologies
  • ZTE Corp (00063.SZ)
  • Hytera Communications (002583.SZ)
  • Hikvision (002415.SZ)
  • Dahua Technology (002236.SZ)
Pada November 2022, regulator AS telah memutuskan untuk tidak memberikan otorisasi terhadap impor atau penjualan model baru dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Namun, usulan terbaru yang dirilis pada Jumat ini bertujuan untuk meminta komentar publik mengenai kemungkinan pelarangan impor berkelanjutan bagi peralatan yang sudah disetujui penjualannya sebelum perintah tahun 2022 keluar.

FCC menyimpulkan secara tentatif bahwa penghentian impor dan pemasaran peralatan yang sebelumnya telah diotorisasi sangat diperlukan untuk melindungi keamanan nasional. Langkah ini diambil guna memitigasi risiko di sektor komunikasi AS yang kian rentan terhadap gangguan eksternal.

Tonton: Harga Emas Antam Mager Hari ini (4 April 2026)

Rincian Prosedur dan Kebijakan Baru

Meski usulan ini terdengar sangat ketat, FCC memberikan catatan bahwa warga Amerika yang sudah memiliki perangkat tersebut masih diperbolehkan untuk terus menggunakannya.

Namun, impor baru untuk stok tambahan atau pemasaran ulang perangkat lama akan segera dihentikan setelah perintah ini difinalisasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari lonjakan impor perangkat lama secara besar-besaran sebelum aturan resmi berlaku.

Berdasarkan data operasional FCC, berikut adalah rangkaian tindakan yang telah diambil terhadap teknologi asal China dalam beberapa bulan terakhir:

Desember 2025: Larangan impor seluruh model baru pesawat tanpa awak (drone) asal China.

  • Maret 2026: Larangan impor model baru router konsumen buatan China yang menghubungkan berbagai perangkat pintar ke internet.
  • Oktober 2025: Pemblokiran persetujuan baru untuk perangkat yang mengandung suku cadang dari perusahaan dalam daftar terlarang.
  • Februari 2026: Pencabutan pengakuan terhadap laboratorium pengujian yang dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah China.
Hingga saat ini, Kedutaan Besar China di Washington dan pihak Hikvision belum memberikan komentar resmi terkait usulan terbaru ini.

Namun, secara historis, Hikvision telah mengajukan gugatan hukum pada Desember lalu yang menyatakan bahwa keputusan FCC melampaui wewenangnya dan mencoba membatasi otorisasi yang sah secara retrospektif tanpa basis hukum yang cukup.

Upaya banding Hikvision untuk mengangkat larangan tahun 2022 juga telah ditolak oleh pengadilan banding AS pada Februari 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News