KONTAN.CO.ID - Hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas seiring dengan langkah agresif Washington dalam membatasi ruang gerak teknologi asal Negeri Tirai Bambu. Pemerintah AS di bawah administrasi Trump secara resmi mengusulkan perluasan penindakan terhadap perangkat teknologi China yang dianggap mengancam keamanan nasional. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya perlindungan sektor telekomunikasi Amerika dari potensi spionase asing.
Ekspansi Larangan dan Daftar Perusahaan Terdampak
Melansir laporan dari Reuters, FCC sebelumnya telah memasukkan berbagai peralatan telekomunikasi dan pengawasan video ke dalam "Covered List" atau daftar terlarang sejak tahun 2021. Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar ini dinilai sebagai risiko keamanan nasional yang signifikan bagi infrastruktur komunikasi AS. Beberapa raksasa teknologi yang terkena dampak langsung antara lain:- Huawei Technologies
- ZTE Corp (00063.SZ)
- Hytera Communications (002583.SZ)
- Hikvision (002415.SZ)
- Dahua Technology (002236.SZ)
Rincian Prosedur dan Kebijakan Baru
Meski usulan ini terdengar sangat ketat, FCC memberikan catatan bahwa warga Amerika yang sudah memiliki perangkat tersebut masih diperbolehkan untuk terus menggunakannya. Namun, impor baru untuk stok tambahan atau pemasaran ulang perangkat lama akan segera dihentikan setelah perintah ini difinalisasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari lonjakan impor perangkat lama secara besar-besaran sebelum aturan resmi berlaku. Berdasarkan data operasional FCC, berikut adalah rangkaian tindakan yang telah diambil terhadap teknologi asal China dalam beberapa bulan terakhir: Desember 2025: Larangan impor seluruh model baru pesawat tanpa awak (drone) asal China.- Maret 2026: Larangan impor model baru router konsumen buatan China yang menghubungkan berbagai perangkat pintar ke internet.
- Oktober 2025: Pemblokiran persetujuan baru untuk perangkat yang mengandung suku cadang dari perusahaan dalam daftar terlarang.
- Februari 2026: Pencabutan pengakuan terhadap laboratorium pengujian yang dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah China.