KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/DUBAI. Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan untuk mengurangi intensitas operasi militer terhadap Iran, di tengah eskalasi serangan antara Iran dan Israel yang kini memasuki pekan keempat. Trump mengatakan AS hampir mencapai tujuan militernya. “Kami sangat dekat mencapai target saat mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militer kami,” ujarnya. Ia juga menegaskan pengamanan Selat Hormuz seharusnya menjadi tanggung jawab negara lain, bukan AS. Di saat yang sama, media Iran melaporkan fasilitas pengayaan nuklir Natanz diserang pada Sabtu pagi. Otoritas teknis menyebut tidak ada kebocoran radioaktif dan warga sekitar tidak dalam bahaya.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Dugaan Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran di Natanz Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tengah menyelidiki laporan tersebut, sementara Rusia mengecamnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Israel mengaku tidak mengetahui adanya serangan itu. Konflik yang dimulai sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di Iran. Infrastruktur energi di Iran dan kawasan Teluk turut terdampak, mendorong lonjakan harga minyak hingga 50% dan menekan ekonomi global melalui kenaikan inflasi. Di tengah situasi ini, aliran gas Iran ke Irak dilaporkan kembali normal setelah sempat terganggu akibat serangan Israel ke ladang gas South Pars. Pertempuran juga meluas ke Lebanon, ketika Israel menyerang Beirut dengan target kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan operasi akan terus dilanjutkan hingga ancaman terhadap Israel dan kepentingan AS di kawasan dihilangkan. Serangan Israel juga dilaporkan terjadi di Teheran, Karaj, dan Isfahan. Di kota Ramsar, tiga anggota keluarga tewas akibat serangan ke bangunan permukiman.
Baca Juga: AS dan Israel Serang Fasilitas Nuklir Natanz, Begini Komentar Iran Sementara itu, Iran dilaporkan menembakkan dua rudal balistik ke pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia, namun tidak mengenai target. Sirene peringatan serangan udara juga terdengar di Israel, memaksa jutaan warga berlindung, meski belum ada laporan korban jiwa. Dampak konflik juga terasa di Eropa. Harga gas alam melonjak hingga 35% dalam sepekan terakhir. Uni Eropa mendorong negara anggota menurunkan target penyimpanan gas dan mulai mengisi cadangan secara bertahap untuk menekan lonjakan permintaan. Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, kini nyaris tertutup bagi sebagian besar pelayaran. Sejumlah sekutu AS di Eropa, Jepang, dan Kanada menyatakan siap menjaga keamanan jalur tersebut, meski Jerman dan Prancis menekankan perlunya penghentian konflik lebih dulu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan negaranya siap memberi akses bagi kapal-kapal terkait Jepang yang sangat bergantung pada jalur tersebut.
Baca Juga: Konflik AS–Iran Memuncak: Kapal Iran Tenggelam, Harga Minyak Melejit Di tengah konflik, Iran juga merayakan Idulfitri dan Tahun Baru Persia (Nowruz). Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang belum terlihat di publik sejak serangan awal Israel, menyatakan Iran merespons dengan persatuan dan perlawanan serta memberikan pukulan yang membingungkan bagi musuh.