JAKARTA. Awal tahun ini, harga minyak kembali merosot dan menembus level terendah lebih dari 5,5 tahun. Selain suplai melimpah, perang harga minyak memperburuk harga. Sebuah spekulasi menyebutkan, Amerika Serikat (AS) sengaja membanjiri pasar dengan minyak serpih (shale oil) terutama untuk menghancurkan perekonomian Rusia dan Venezuela. Mengutip Bloomberg, Jumat (2/1), harga minyak West Texas Intermediate di New York Mercantile Exchange pengiriman Februari 2015 turun 1,08% dibandingkan dengan hari sebelumnya ke US$ 52,69 per barel. Ini merupakan penutupan harga terendah sejak 30 April 2009. Presiden Venezuela Nicolas Maduro, seperti dikutip dari Reuters menuduh, pelemahan harga minyak merupakan sebuah konspirasi rancangan AS untuk menghancurkan ekonomi Rusia. Perang harga juga ditujukan untuk menghancurkan revolusi dan meruntuhkan ekonomi Venezuela. "Ini adalah perang yang direncanakan secara strategis, juga ditujukan untuk Venezuela," kata Maduro.
AS pimpin perang harga minyak
JAKARTA. Awal tahun ini, harga minyak kembali merosot dan menembus level terendah lebih dari 5,5 tahun. Selain suplai melimpah, perang harga minyak memperburuk harga. Sebuah spekulasi menyebutkan, Amerika Serikat (AS) sengaja membanjiri pasar dengan minyak serpih (shale oil) terutama untuk menghancurkan perekonomian Rusia dan Venezuela. Mengutip Bloomberg, Jumat (2/1), harga minyak West Texas Intermediate di New York Mercantile Exchange pengiriman Februari 2015 turun 1,08% dibandingkan dengan hari sebelumnya ke US$ 52,69 per barel. Ini merupakan penutupan harga terendah sejak 30 April 2009. Presiden Venezuela Nicolas Maduro, seperti dikutip dari Reuters menuduh, pelemahan harga minyak merupakan sebuah konspirasi rancangan AS untuk menghancurkan ekonomi Rusia. Perang harga juga ditujukan untuk menghancurkan revolusi dan meruntuhkan ekonomi Venezuela. "Ini adalah perang yang direncanakan secara strategis, juga ditujukan untuk Venezuela," kata Maduro.