AS Rampungkan Pinjaman US$ 5,1 Miliar ke Alliant Energy untuk Pembangkit Listrik



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Departemen Energi AS menyatakan telah merampungkan paket pinjaman senilai US$ 5,1 miliar kepada Alliant Energy untuk memperluas pembangkitan listrik dan memperkuat jaringan listrik di fasilitas-fasilitas yang berlokasi di Iowa dan Wisconsin.

Mengutip Reuters, Rabu (28/10/2026), investasi dari kantor pinjaman departemen tersebut akan mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga gas alam yang baru, sistem penyimpanan energi, serta peningkatan fasilitas pembangkit listrik yang sudah ada.

Pinjaman ini akan menciptakan ratusan lapangan kerja di sektor konstruksi dan menghasilkan lebih dari 2,6 gigawatt kapasitas pembangkit listrik baru atau yang telah ditingkatkan. Kapasitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi hampir 1,8 juta rumah tangga.


Pinjaman ini awalnya diusulkan oleh pemerintahan mantan Presiden Joe Biden pada hari-hari terakhir masa jabatannya di bulan Januari 2025, yang saat itu berupa pinjaman bersyarat senilai US$ 3 miliar.

Baca Juga: Pemilu Israel Berakhir Ketat, Netanyahu dan Oposisi Sama-Sama Gagal Raih Mayoritas

Kantor yang menangani pendanaan energi—yang pada masa pemerintahan Biden disebut sebagai Kantor Program Pinjaman (Loan Programs Office)—memiliki dana pendanaan yang tersedia hingga ratusan miliar dolar.  Menteri Energi Chris Wright menyatakan bahwa sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk mendukung tenaga nuklir.

Perubahan yang terjadi bukan sekadar pada nama kantor tersebut. Pada masa pemerintahan Biden, misinya adalah memberikan dukungan bagi proyek-proyek energi bersih yang baru muncul serta kendaraan alternatif yang kesulitan mendapatkan pinjaman bank. 

Kini, cakupannya mencakup dukungan untuk proyek-proyek seperti pembangkit listrik tenaga gas alam, yang biasanya sudah mampu memperoleh pinjaman dari bank. Penyimpanan energi—yang umumnya berupa baterai—mendapatkan dukungan baik dalam skema pinjaman awal maupun dalam kesepakatan pinjaman yang telah dirampungkan ini.

Baca Juga: Raksasa Barang Konsumsi Dunia Bersiap Naikkan Harga

"Dengan menghadirkan sumber listrik baru yang dapat diandalkan, kami memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menurunkan biaya listrik bagi keluarga dan pelaku usaha di Iowa dan Wisconsin," ujar direktur kantor pinjaman tersebut, Gregory Beard, dalam sebuah pernyataan.

Penurunan biaya listrik mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun karena jangka waktu pinjaman ini mencakup beberapa dekade.