AS Serahkan Kembali Kapal Tanker Sitaan ke Venezuela



KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) menyerahkan kembali sebuah kapal tanker yang disitanya awal bulan ini kepada Venezuela, kata dua pejabat AS kepada Reuters pada Rabu (28/1).

Selama beberapa bulan terakhir, AS melakukan operasi penyitaan terhadap kapal-kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela.

Sejak akhir tahun lalu, setidaknya tujuh kapal telah dicegat dan ditahan dalam operasi tersebut.


Baca Juga: Kebijakan China Berbalik Arah: Nvidia H200 Akhirnya Diizinkan Masuk

Kedua pejabat yang berbicara dengan syarat anonim itu mengidentifikasi kapal yang dikembalikan sebagai supertanker berbendera Panama, M/T Sophia. Mereka tidak menjelaskan alasan pengembalian kapal tersebut kepada otoritas Venezuela.

Penjaga Pantai AS (U.S. Coast Guard), yang memimpin operasi pencegatan dan penyitaan, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Kementerian Komunikasi Venezuela, yang menangani seluruh pertanyaan pers pemerintah, juga belum merespons.

Kapal Sophia diketahui mengangkut minyak saat dicegat pada 7 Januari oleh Penjaga Pantai AS dan militer AS.

Baca Juga: Ekonomi Tangguh, Bank Sentral Singapura Belum Ubah Arah Kebijakan

Saat itu, pemerintah menyebut kapal tersebut yang berada di bawah sanksi sebagai “kapal tanker armada gelap tanpa kewarganegaraan yang dikenai sanksi.”

Salah satu sumber mengatakan belum diketahui apakah Sophia masih membawa muatan minyak saat dikembalikan.

Presiden Donald Trump menjadikan Venezuela sebagai fokus utama kebijakan luar negeri AS di Amerika Latin, dengan tujuan awal mendorong Presiden Venezuela Nicolas Maduro lengser dari kekuasaan.

Setelah upaya diplomatik gagal, Trump memerintahkan pasukan AS melakukan operasi masuk ke Venezuela untuk menangkap Maduro dan istrinya dalam penggerebekan dini hari pada 3 Januari.

Sejak itu, Trump menyatakan AS berencana menguasai sumber daya minyak Venezuela dalam jangka panjang sebagai bagian dari rencana senilai US$100 miliar untuk membangun kembali industri minyak negara tersebut yang telah lama terpuruk.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Dekati US$5.600 per Ons Kamis (29/1), Investor Berburu Aset Aman

Awal bulan ini, kapal Sophia dan satu kapal tanker lain yang disita terlihat berada di dekat Puerto Rico.

Seperti halnya sebagian besar kapal tanker yang terkena sanksi Barat atau tergolong dalam “shadow fleet”, banyak kapal terkait Venezuela yang disita dibangun lebih dari 20 tahun lalu dan dinilai berbahaya bagi pelayaran karena tidak memiliki sertifikasi keselamatan serta perlindungan asuransi yang memadai, menurut para ahli.

Kondisi tersebut membuat penetapan klaim asuransi atau tanggung jawab hukum menjadi sangat sulit, bahkan nyaris mustahil, jika terjadi tabrakan atau tumpahan minyak, kata sumber dari industri pelayaran dan asuransi.

Perusahaan yang berbasis di Dubai, GMS, dilaporkan telah mengajukan permohonan lisensi kepada pemerintah AS untuk membeli dan membongkar kapal-kapal sitaan yang terkait dengan perdagangan minyak Venezuela.

Selanjutnya: Survei: 22% Pengguna iPhone Belum Upgrade iOS 26, Ini Penyebabnya

Menarik Dibaca: Bukan Sembarang Film! Adaptasi Agatha Christie Ini Penuh Kejutan.