AS Suntik Dana ke Project NextGen US$1,4 Miliar untuk Kembangkan Vaksin Covid-19



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (AS) melalui Administrasi untuk Kesiapsiagaan dan Respons Strategis memberikan dana lebih dari US$ 1,4 miliar untuk Project NextGen guna mendukung pengembangan alat dan teknologi terbaru untuk Covid-19.

Melansir Reuters, Rabu (23/8), pengumuman tersebut merupakan hasil dari koordinasi ekstensif dengan mitra industri. Selain itu, mencakup dukungan untuk uji klinis yang akan memungkinkan pengembangan cepat vaksin virus corona yang lebih efektif dan lebih tahan lama.

"Project NextGen adalah bagian penting dari komitmen Pemerintahan Biden-Harris untuk menjaga masyarakat tetap aman dari varian Covid-19," kata Menteri Kesehatan AS Xavier Becerra.


Proyek NextGen merupakan inisiatif pemerintah AS senilai US$ 5 miliar yang dipimpin oleh Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA) dalam kemitraan dengan the National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Proyek tersebut juga berkoordinasi dengan pemerintah federal dan sektor swasta untuk memajukan vaksin dan terapi yang inovatif ke dalam uji klinis, tinjauan peraturan, dan potensi ketersediaan komersial bagi masyarakat Amerika.

Baca Juga: Hindari Sanksi dari AS, Huawei Bangun Jaringan Pabrik Semikonduktor Rahasia

Proyek itu dibangun berdasarkan pemahaman yang lebih baik tentang Covid-19. Adapun Kementerian Kesehatan mengembangkan, menggunakan, dan terus mengevaluasi kembali kekuatan dan kelemahan vaksin selama lebih dari tiga tahun.

"Sebab, Covid-19 terus berevolusi, kami membutuhkan alat baru yang dapat mengimbangi perubahan tersebut," kata Asisten Sekretaris untuk Kesiapsiagaan dan Tanggapan AS, Dawn O'Connell.

Dawn mengatakan Project NextGen menggabungkan keahlian penelitian dan pengembangan di Kementerian Kesehatan dengan mempelajari Covid-19 selama pandemi. Dia menyebut tindakan itu memperkuat kesiapsiagaan AS untuk ancaman Covid-19 yang terjadi ke depan.

Adapun dana yang diumumkan mencakup sejumlah tindakan, seperti dana US $1 miliar untuk empat mitra Uji Klinis BARDA untuk mendukung studi uji klinis vaksin. Selain itu, senilai US$ 326 juta kepada Regeneron untuk mendukung pengembangan antibodi monoklonal generasi berikutnya untuk pencegahan Covid-19.

Dana US$ 100 juta kepada Global Health Investment Corp (GHIC), organisasi nirlaba yang mengelola portofolio investasi BARDA Ventures untuk memperluas investasi pada teknologi baru yang akan mempercepat respons di masa depan.

Selain itu, dana US$ 10 juta kepada Johnson & Johnson Innovation (JLABS). Kemudian, kepada Jaringan Studi Klinis BARDA yang akan mempercepat pengembangan kandidat vaksin baru, menyediakan jaringan uji coba yang siap pakai dengan fleksibilitas untuk beralih ke vaksin baru yang paling menjanjikan saat vaksin tersebut matang.

Baca Juga: Robert Kiyosaki: Beli Perak Sebelum Kehabisan!

Masyarakat dapat melihat uji klinis untuk kandidat vaksin baru terhadap varian Covid-19 di masa depan pada awal musim dingin ini di bawah Project NextGen.

Kemitraan Kementerian Kesehatan dengan Regeneron memajukan upayanya untuk mencegah infeksi COVID-19 dengan mengembangkan antibodi monoklonal baru yang akan melindungi orang-orang yang tidak merespons atau tidak dapat menggunakan vaksin yang telah ada. Departemen Kesehatan AS dan Regeneron berharap antibodi monoklonal baru itu akan memasuki uji klinis pada musim gugur tahun ini.

Sementara itu, dana yang tersisa akan digunakan untuk teknologi yang memungkinkan strategi pengembangan dan manufaktur yang lebih efisien. Selain itu, untuk mempercepat jadwal pengembangan secara keseluruhan dan meningkatkan ketersediaan vaksin di masa depan.

Sejalan dengan suntikan dana yang diumumkan, Departemen Kesehatan AS terus menjalin kerja sama dengan mitra potensial dan berharap dapat mengumumkan dana tambahan sebelum akhir tahun fiskal ini. 

Editor: Handoyo .