KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) memperkirakan China akan menyepakati pembelian produk pertanian AS senilai “double-digit billions” atau puluhan miliar dolar setelah pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Hal tersebut disampaikan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada Jumat (15/5/2026) dalam wawancara dengan Bloomberg Television.
Baca Juga: AS Mau Seret Raul Castro ke Pengadilan, Ini Dakwaan yang Diajukan Dorongan Pembelian Produk Pertanian AS Greer menyebut kesepakatan baru ini diperkirakan mencakup pembelian produk pertanian AS dalam jumlah besar selama tiga tahun ke depan, dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar per tahun. “Anda akan melihat kesepakatan pembelian pertanian bernilai puluhan miliar dolar per tahun selama tiga tahun ke depan dari kunjungan ini,” ujar Greer. Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bersifat agregat dan tidak hanya mencakup kedelai, tetapi juga berbagai komoditas pertanian lainnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Jumat (15/5) Pagi: Brent ke US$106,32 & WTI ke US$101,71 Kedelai Tetap Jadi Komoditas Kunci Kedelai masih menjadi komoditas utama ekspor pertanian AS ke China, yang merupakan pembeli terbesar di dunia. Komoditas ini telah lama menjadi elemen penting dalam negosiasi dagang antara kedua negara, termasuk pada masa pemerintahan Trump sebelumnya. Greer juga merujuk pada kesepakatan sebelumnya yang mencakup target pembelian 25 juta metrik ton kedelai per tahun yang disepakati pada Oktober lalu.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Menuju Pelemahan Mingguan pada Jumat (15/5) Ekspektasi Pasar Lebih Rendah Menjelang pertemuan puncak tersebut, pelaku pasar tidak memperkirakan adanya peningkatan signifikan atas target pembelian kedelai China di atas level 25 juta ton. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya yang menilai kesepakatan yang sudah ada telah cukup untuk menutup isu utama perdagangan kedelai. Dengan demikian, fokus pasar kini tertuju pada detail implementasi kesepakatan serta dampaknya terhadap hubungan dagang AS–China ke depan.