KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) berencana menarik sekitar 5.000 pasukan dari Jerman, sekutu NATO, sebagaimana diumumkan Pentagon pada Jumat (2/5/2026). Langkah ini menyusul ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait perang Iran. Keputusan tersebut menjadi langkah konkret pertama Washington dalam mengurangi kehadiran militernya di Eropa, setelah berbulan-bulan mengkritik negara-negara kawasan itu yang dinilai kurang berkontribusi dalam konflik Iran dan pembiayaan keamanan sendiri.
Baca Juga: Iran Eksekusi Dua Tersangka Mata-Mata Israel Sebaran Pasukan AS di Eropa Berdasarkan data Defense Manpower Data Center (DMDC), hingga Desember 2025 terdapat sekitar 68.000 personel militer aktif AS yang ditempatkan secara permanen di berbagai pangkalan di Eropa. Angka ini belum termasuk pasukan rotasi yang dikirim untuk misi latihan atau penugasan sementara. Militer AS tersebar di 31 pangkalan permanen dan memiliki akses ke 19 lokasi militer tambahan, menurut laporan Kongres. Operasi militer AS di kawasan ini berada di bawah komando U.S. European Command (USEUCOM), yang bekerja sama dengan sekutu NATO melalui enam komando utama: Angkatan Darat, Laut, Udara, Marinir, Pasukan Operasi Khusus, serta Pasukan Luar Angkasa.
Baca Juga: Trump Sebut Angkatan Laut AS Seperti Perompak dalam Blokade Pelabuhan Iran Negara dengan Kehadiran Terbesar Pasukan AS ditempatkan di lebih dari selusin negara Eropa, dengan konsentrasi terbesar di Jerman, Italia, dan Inggris. Jerman Menjadi lokasi terbesar dengan 36.436 personel aktif. Pangkalan utama berada di Ramstein, yang telah beroperasi sejak 1952. Italia Menampung sekitar 12.662 personel militer di beberapa lokasi seperti Vicenza, Aviano, Napoli, dan Sisilia. Inggris Sekitar 10.156 personel ditempatkan di tiga pangkalan, sebagian besar dari Angkatan Udara. Spanyol Memiliki sekitar 3.814 personel, dengan pangkalan strategis di dekat Selat Gibraltar. Polandia Selain 369 personel permanen, terdapat sekitar 10.000 pasukan rotasi yang ditempatkan melalui program European Deterrence Initiative. Rumania Menjadi lokasi bagi 153 personel permanen serta pasukan rotasi, dengan akses ke pangkalan seperti Mihail Kogalniceanu dan Deveselu.
Hungaria Menampung 77 personel permanen, selain digunakan untuk latihan militer dan penempatan rotasi.
Baca Juga: Jual Senjata US$ 8,6 Miliar ke Sekutu Timur Tengah, Donald Trump Terabas Kongres Langkah pengurangan pasukan ini berpotensi mengubah dinamika keamanan di Eropa, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan konflik yang melibatkan Iran.