AS Tuduh Cina Manfaatkan Wabah buat Perkuat Klaim atas Laut Cina Selatan



KONTAN.CO.ID - DW. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menuduh Cina memanfaatkan situasi untuk membetoni klaim teritorial atas Laut Cina Selatan, ketika dunia masih disibukkan oleh wabah corona.

Hal itu disampaikannya di hadapan menteri luar negeri ASEAN dalam pertemuan via video, Kamis (23/4).

Baru-baru ini Beijing memasukkan kedua kepulauan yang menjadi bahan sengketa ke dalam wilayah administrasi provinsi di Cina. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menciptakan status quo di kawasan.


“Beijing bergerak memanfaatkan kelengahan dunia, dengan mengumumkan distrik administrasi di atas kedua kepulauan dan wilayah perairan Laut Cina Selatan, menenggelamkan kapal nelayan Vietnam awal bulan ini dan membangun ‘stasiun penelitian’ di Fiery Cross Reef dan Subi Reef,” kata Pompeo.

Dia juga menuduh Cina menggunakan kapal yang telah dipersenjatai untuk mencegah negara lain mengerjakan proyek minyak dan gas lepas pantai.

Pemulihan ekonomi pasca wabah

Pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN itu sedianya digelar sebagai ajang konsultasi terkait masalah seputar wabah corona. “Menteri luar negeri saling berkabar soal situasi COVID-19 di negara masing-masing, serta bertukar kebijakan terbaik untuk menghadapi wabah dari sudut pandang kesehatan publik,” tulis Kemenlu di Singapura.

“Mereka menyadari dampak sosial dan ekonomi yang disebabkan wabah dan menekankan pentingnya kerjasama ASEAN dan AS untuk memitigasi proses pemulihan ekonomi pasca pandemi.”

Pompeo mengucapkan terimakasih kepada Vietnam, Malaysia dan Kamboja yang mengirimkan perlengkapan medis ke Amerika Serikat di tengah wabah dan menjanjikan bantuan keuangan AS dalam pemulihan ekonomi.

“Sampai sekarang, Amerika Serikat sudah mengucurkan lebih dari 35,3 juta Dollar AS untuk membantu negara ASEAN memerangi virus. Dana itu melengkapi dana bantuan kesehatan untuk ASEAN sebesar 3,5 miliar Dollar AS yang sudah diberikan selama dua puluh tahun terakhir,” imbuhnya.

Manuver diplomasi sudutkan Cina

Pompeo juga mengumumkan proyek baru untuk meningkatkan kapasitas ASEAN melindungi kesehatan publik lewat penelitian dan pelatihan untuk tenaga medis.

Tekanan terhadap pemerintah di Beijing meningkat seiring meredanya wabah di beberapa negara. Australia misalnya menggalang dukungan internasional untuk melancarkan penyelidikan independen terhadap asal muasal virus corona.

Pemerintah di Canberra mendesak negara-negara anggota WHO untuk mendukung mosi PBB agar menggelar penyelidikan dan menutup pasar basah. Pasar di Wuhan yang juga menjual satwa liar itu ditengarai menjadi lokasi awal penyebaran wabah.

Pompeo juga mengritik Cina ihwal kisruh seputar sungai Mekong. Dia mengutip sebuah penelitian yang “menunjukkan bahwa bendungan milik Cina secara sengaja mengubah aliran air Mekong,” dan mengancam sumber kehidupan bagi puluhan juta warga di Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam.

Beijing saat ini mengoperasikan 11 bendungan di sepanjang sungai Mekong dan berniat untuk membangun tujuh bendungan lain. Hal ini dikhawatirkan akan semakin menyurutkan arus sungai yang bisa menciptakan kerusakan ekologi di kawasan hilir.

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti