JAKARTA. Perusahaan asal Jepang Asahi Glass Co Ltd berencana menambah investasi US$ 400 juta lewat anak usahanya PT Asahimas Chemical di Indonesia. Lewat anak usaha ini, Asahi Glass berniat membangun pembangkit listrik berkapasitas 250 megawatt (MW) di Cilegon, Banten. Proyek pembangkit ini bertujuan untuk menekan biaya produksi produk kimia yang sudah dikembangkan Asahimas Chemical sejak tahun 1989. Dengan memiliki pembangkit sendiri, perusahaan yang memproduksi produk kimia hilir ini bisa melakukan efisiensi produksi. Dalam pernyataan resmi Asahi Glass, Rabu (8/4), Takuya Shimamura, Chief Executive Officer (CEO) Asahi Glass menyatakan, pembangkit listrik berbahan bakar batubara tersebut dibangun di lokasi pabrik Asahimas Chemical di Cilegon, Banten. Apabila sesuai rencana, pembangkit tersebut dipersiapkan beroperasi tahun 2017 mendatang. Pembangkit itu akan menjadi andalan Asahi Glass untuk memperkuat bisnis kimianya di Indonesia. "Investasi ini akan mengurangi beban listrik Asahi Glass dan meningkatkan daya saing di Indonesia dan Asia Tenggara," jelas pernyataan resmi AGC.
Asahi bangun pembangkit di Cilegon
JAKARTA. Perusahaan asal Jepang Asahi Glass Co Ltd berencana menambah investasi US$ 400 juta lewat anak usahanya PT Asahimas Chemical di Indonesia. Lewat anak usaha ini, Asahi Glass berniat membangun pembangkit listrik berkapasitas 250 megawatt (MW) di Cilegon, Banten. Proyek pembangkit ini bertujuan untuk menekan biaya produksi produk kimia yang sudah dikembangkan Asahimas Chemical sejak tahun 1989. Dengan memiliki pembangkit sendiri, perusahaan yang memproduksi produk kimia hilir ini bisa melakukan efisiensi produksi. Dalam pernyataan resmi Asahi Glass, Rabu (8/4), Takuya Shimamura, Chief Executive Officer (CEO) Asahi Glass menyatakan, pembangkit listrik berbahan bakar batubara tersebut dibangun di lokasi pabrik Asahimas Chemical di Cilegon, Banten. Apabila sesuai rencana, pembangkit tersebut dipersiapkan beroperasi tahun 2017 mendatang. Pembangkit itu akan menjadi andalan Asahi Glass untuk memperkuat bisnis kimianya di Indonesia. "Investasi ini akan mengurangi beban listrik Asahi Glass dan meningkatkan daya saing di Indonesia dan Asia Tenggara," jelas pernyataan resmi AGC.