Asaki bakal ajukan safeguard untuk produk keramik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2018 ini menjadi rangkaian yang sulit bagi industri keramik. Hal ini disebutkan oleh Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga dalam pembukaan pameran keramik bertajuk Keramika 2018, Kamis (15/3).

"Tapi ini pameran ini harus diadakan sebagai tempat gerak stakeholder untuk bisa bertemu. Agar bisa diskusi bersama soal kemajuan industri keramik indonesia," tutur Elisa dalam kata sambutannya. 

Lebih lanjut, Elisa bilang pameran ini hanya diikuti oleh tujuh industri manufaktur keramik dan 41 industri penunjang sektor tersebut.


Beberapa tantangan di dalam industri keramik ialah permintaan (demand) produk yang turun. Namun yang paling diwaspadai menurut Elisa, ialah kenaikan keramik impor.

"Rata-rata impor dari China tiap tahunnya naik 22%. Meskipun di 2017 kemarin cuma naik 17%, tapi ada indikasi mereka (impor) mau dinaikkan di 2018 ini," beber Elisa. 

Untuk permintaan keramik tahun ini Asaki memprediksi masih dapat tumbuh 10% dengan stimulus proyek infrastruktur maupun properti.

Sekadar informasi, per tahun 2016 lalu, impor keramik masuk ke Indonesia mencapai 50 juta meter persegi. Dimana kebutuhan akan keramik dalam negeri mencapai 350 juta meter persegi tiap tahunnya.

Safeguard untuk keramik

Demi menanggulangi produk impor, Asaki berencana mengajukan safeguard kepada pemerintah. "Kami mengajukan pengajuan safeguard yang diwakili oleh 5 perusahaan sebagai petisioner. Demi kepentingan pengendalian impor yang cukup mengganggu ini," urai Elisa.

Selain itu dalam pameran ini, Elisa berharap perusahaan konstruksi tang juga turut serta dapat menjajaki penggunaan produk keramik lokal. "Kami dorong sekali, rencananya akan dibuat common logo untuk produk buatan dalam negeri," terangnya.

Menanggapi soal safeguard, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyebutkan sebaiknya industri tidak hanya mengandalkan safeguard saja. "Tapi jadikan industri ini (keramik) bisa bersaing dari segi desain tidak dengan harga saja," ujarnya saat memberikan kata sambutan acara Keramika 2018, Kamis (15/3).

Airlangga tidak menampik bahwa industri keramik yang termasuk industri pengolahan ini menyumbang PDB yang besar bagi negara. Menurut Kemperin, sampai 2017 porsi industri pengolahan mencapai 20,16% dari total PDB nasional.

"Harapannya tahun ini investasi bisa naik, dimana target investasi industri pengolahan bisa senilai Rp 345 triliun," kata Airlangga. 

Tipikal industri ini menjadi perhatian pemerintah lantaran penyerapan tenaga kerjanya yang besar mencapai 150.000 pekerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi