Asas cabotage selamatkan emiten pelayaran domestik



JAKARTA. Tahun ini menjadi periode yang mengecewakan bagi perusahaan-perusahaan perkapalan yang menggarap rute Internasional. Paling tidak ada dua perusahaan perkapalan Indonesia yang merasakan dampak negatif lemahnya perekonomian dunia.Setelah, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) yang kesulitan membayar utang, hal yang sama terjadi pada PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Bahkan BLTA tidak mampu membayar bunga atas beberapa surat utang anak usaha dan perusahannya sendiri.Analis Fitch Ratings Indonesia Erlin Salim menyebut, kondisi ini memang terjadi akibat perekonomian dunia yang masih buruk, dan berdampak signifikan pada perusahaan perlayaraan yang memiliki rute Internasional. Apalagi saat ini, BLTA kebanyakan beroperasi di wilayah Eropa dan Amerika Serikat yang sedang terpukul akibat resesi ekonomi.Selain itu, harga sewa kapal-kapal internasional pun cenderung turun, akibat permintaan yang juga sedang lesu. Tak heran, akhirnya BLTA mengalami kesulitan keuangan.Namun, kata Erlin, hal tersebut tak akan berdampak pada perusahaan perkapalan yang fokus ke sektor domestik. "Asas cabotage sangat menguntungkan. Jadi untuk perusahaan kapal yang rutenya domestik tidak kesulitan seperti yang garap rute internasional," jelasnya.

Sebagai catatan, asas cabotage adalah kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan perusahaan angkutan nasional, dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia.

Tak heran jika emiten-emiten seperi PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) dan PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) masih bisa bernafas lega. "Permintaan kapal perlayaran dengan rute domestik masih tetap besar, karena harus menghubungkan antar pulau," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini