ASDP siapkan mitigasi risiko demi menjaga keberlangsungan bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) belum mengkaji potensi hilangnya pendapatan efek dari pelarangan layanan penumpang per Jumat (24/4).

"Kebijakan larangan mudik ini baru diterapkan, sehingga terlalu dini untuk melihat dampaknya terhadap bisnis," ujar Sekretaris Perusahaan ASDP Imelda Alini.

Walaupun begitu, pihaknya juga telah menyiapkan mitigasi risiko dalam bentuk skenario-skenario dalam rangka menjaga keberlangsungan bisnis. Salah satunya melalui layanan logistik.


Baca Juga: Layanan kapal penumpang ditutup, ini strategi operator transportasi laut jaga kinerja

Imelda menyebutkan pandemi virus corona mendorong terjadinya physical distancing yang berdampak pada penurunan produksi penumpang dan kendaraan sekitar 40%. Karenanya, saat ini pihaknya memilih fokus pada layanan penyeberangan logistik.

Selain untuk menjaga keberlangsungan bisnis, hal tersebut juga untuk menjaga pasokan logistik di daerah tetap terjaga sesuai arahan Presiden.

Ia juga menyebutkan mitigasi yang disiapkan dengan mengatur kembali skala prioritas investasi. Kemudian, ASDP juga akan melakukan efisiensi di semua lini.

Berdasarkan catatan kontan.co.id, tahun ini ASDP menganggarkan belanja modal (capital expenditure) Rp 1,6 triliun pada tahun ini. Rencananya dana tersebut akan dilakukan untuk membeli 11 kapal jenis Ro-Ro, revitalisasi pelabuhan, dan digitalisasi tiket.

Baca Juga: Jokowi larang mudik, ini yang dilakukan ASDP selaku operator fasilitas penyeberangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi