Asei Beberkan Tantangan Dalam Mengimplementasikan PSAK 117, Apa Saja?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia membeberkan sejumlah tantangan dalam mengimplementasikan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117.

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan tantangannya, meliputi lead time aktuaria dan sistem, yang mana perhitungan PSAK 117 tidak instan, karena setiap iterasi bisa memakan waktu signifikan.

"Tantangan lainnya, yakni keterbatasan waktu audit, karena makin dekat ke deadline, bottleneck sering terjadi di proses audit, bukan hanya di perusahaan," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (2/5/2026).


Baca Juga: BNI Pertahankan Target 2026, Waspadai Dampak Ketidakpastian Global

Dody menyebut tantangan juga datang dari konsistensi data antar periode, yang mana rekonsiliasi antara PSAK lama dan PSAK 117 membutuhkan waktu dan presisi tinggi.

Secara prinsip, Dody menerangkan Asei telah berada dalam fase lanjutan implementasi PSAK 117, yang mencakup pengembangan model aktuaria, seperti fulfilment cash flow, risk adjustment, contractual service margin. Selain itu, penyesuaian sistem Information Technology (IT) dan data warehouse, serta integrasi antara fungsi aktuaria, keuangan, dan underwriting.

Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan kebijakan perpanjangan waktu penyampaian laporan keuangan tahun 2025 berbasis PSAK 117 yang semula paling lambat 30 April 2026 menjadi paling lambat 30 Juni 2026. 

Dody menilai tambahan waktu penyampaian laporan PSAK 117 yang diberikan OJK hingga akhir Juni 2026 tidak hanya sekadar buffer administratif, tetapi critical window untuk menjaga kualitas laporan. Tanpa relaksasi itu, risiko rework, audit adjustment, bahkan qualified opinion bisa berpotensi meningkat.

Baca Juga: Motor Listrik Dapat Insentif Lagi, Multifinance Siap Serbu Pembiayaan EV

Secara keseluruhan, Dody menyampaikan implementasi PSAK 117 merupakan bagian dari agenda besar penguatan industri asuransi nasional dari sisi transparansi, manajemen risiko, hingga integrasi sistem keuangan. 

Oleh karena itu, dia mengatakan pendekatan yang diambil Asei adalah tetap proaktif, menjaga momentum implementasi, dan memastikan bahwa pada saat kewajiban tersebut berlaku penuh, serta perusahaan sudah berada pada posisi yang siap dan kredibel. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News