Asei Perkuat Asuransi Kredit, Fokus Kualitas Risiko dan Profitabilitas



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja lini asuransi kredit.

Direktur Utama Asei Dody Dalimunthe menegaskan, perusahaan kini berfokus pada re-balancing portofolio yang mengedepankan kualitas risiko, bukan sekadar ekspansi volume.

Selain itu, Asei memperkuat underwriting berbasis data dan analitik (data-driven underwriting), serta melakukan diversifikasi sektor ekonomi guna menekan konsentrasi risiko.


Baca Juga: OJK Minta BNI Segera Selesaikan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah di Aek Nabara

“Asei juga melakukan penguatan kerja sama dengan reasuradur, termasuk skema risk sharing yang lebih sehat,” ujar Dody kepada Kontan.co.id, Jumat (17/4/2026).

Strategi lainnya adalah digitalisasi proses akuisisi dan monitoring risiko, termasuk integrasi dengan sistem mitra perbankan.

Asei juga mengembangkan produk secara lebih selektif, terutama untuk segmen ekspor dan supply chain financing.

Dengan pendekatan tersebut, Asei tidak hanya mengejar pertumbuhan premi, tetapi juga memastikan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Dody menjelaskan, lini asuransi kredit saat ini menjadi salah satu kontributor signifikan dalam portofolio bisnis Asei.

Hal ini sejalan dengan fokus perusahaan dalam pengembangan asuransi keuangan yang mendukung ekosistem perdagangan, baik ekspor maupun domestik.

Dalam ekosistem tersebut, terdapat kebutuhan pembiayaan modal kerja yang melibatkan perbankan. Oleh karena itu, kreditur memanfaatkan asuransi kredit sebagai instrumen mitigasi risiko.

Baca Juga: Penyaluran PKE Trade Finance LPEI Capai Rp 7,68 Triliun Sepanjang 2025

“Termasuk juga dalam transaksi perdagangan dan pengangkutan barang, hingga properti seperti gudang sebagai tempat transit, semuanya membutuhkan perlindungan melalui produk asuransi yang kami siapkan,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Asei mencatat pendapatan premi sebesar Rp 227,46 miliar per Februari 2026.

Angka tersebut melonjak 622,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 31,47 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News