KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) membukukan pertumbuhan kinerja positif pada kuartal III 2026. Hingga September ini, total aset Bank BSN mencapai Rp 82,8 triliun, tumbuh 21,2% secara tahunan atau
year on year (YoY). Dari sisi intermediasi hingga September 2026, penyaluran pembiayaan Bank BSN mencapai Rp 64,5 triliun atau meningkat 26,3% YoY. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 65,3 triliun, tumbuh 14,8% YoY. Sejalan dengan pertumbuhan bisnis tersebut, Bank BSN membukukan laba sebesar Rp 734 miliar atau meningkat 24,2% YoY.
Di tengah pertumbuhan kinerja tersebut, Bank BSN juga memperluas jaringan operasionalnya.
Baca Juga: Bank Syariah Nasional Bidik Nasabah Premium Lewat Layanan BSN Prioritas Perseroan resmi meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu (KCP) Purwokerto menjadi Kantor Cabang (KC) Purwokerto di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan, Banyumas memiliki potensi ekonomi yang prospektif. Hal ini tercermin dari nilai produk domestik regional bruto (PDRB) yang mencapai Rp 81,26 triliun, didukung populasi sekitar 1,87 juta jiwa dan keberadaan sekitar 230.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Kehadiran Bank BSN di Purwokerto tentunya bukan tanpa alasan. Kami melihat Banyumas sebagai wilayah dengan potensi ekonomi yang sangat besar, ditopang aktivitas perdagangan, pendidikan, industri, serta berbagai usaha masyarakat yang terus berkembang,” kata Alex dalam keterangan resminya, Senin (12/10/2026). Untuk mengoptimalkan potensi pasar di Banyumas, Bank BSN memperkuat kolaborasi melalui sejumlah ekosistem, mulai dari layanan keuangan dan digitalisasi transaksi pemerintah daerah hingga dukungan kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Baca Juga: Piutang Syariah MUF Tumbuh 16,4% Jadi Rp8,7 Triliun hingga September 2026 Bank BSN juga menyasar pengembangan UMKM melalui layanan pembayaran digital, seperti QRIS dan mesin electronic data capture (EDC), akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pemanfaatan platform digital Bale Syariah.
Selain itu, perseroan memperluas layanan perbankan bagi institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan organisasi keumatan, termasuk melalui layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) serta program
co-branding. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan, kehadiran kantor cabang ini dinilai dapat memperluas akses layanan perbankan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Banyumas. "Ini merupakan peluang untuk semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah kita," ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News