Jakarta. Bukan hanya lahan Rusun Cengkareng Barat yang jadi aset bermasalah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut adanya lahan aset daerah yang bermasalah di Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Timur. Pada 1995, ada pihak swasta yang menyumbangkan lahannya untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum ke Pemerintah Provinsi DKI. Luasnya sekitar 3.000 meter persegi. Namun, kata Ahok, lahan itu tidak diurus oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (dulunya BPKD) sampai akhirnya diduduki pihak lain. Ia menengarai, ada "permainan" yang dulunya dilakukan oknum di BPKD dengan pihak yang menduduki lahan. "DKI enggak urusin. Ini mungkin main kali sampai didudukin oleh orang lain. Terus pas yang punya marah, yang dudukin balas gini, 'emang lu siapa? Ini kan bukan tanah lu, tanah gue, kan lu udah kasih ke DKI'," kata Ahok di Balai Kota, Selasa (28/6/2016).
Aset DKI di Cilincing juga diduduki orang lain
Jakarta. Bukan hanya lahan Rusun Cengkareng Barat yang jadi aset bermasalah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut adanya lahan aset daerah yang bermasalah di Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Timur. Pada 1995, ada pihak swasta yang menyumbangkan lahannya untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum ke Pemerintah Provinsi DKI. Luasnya sekitar 3.000 meter persegi. Namun, kata Ahok, lahan itu tidak diurus oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (dulunya BPKD) sampai akhirnya diduduki pihak lain. Ia menengarai, ada "permainan" yang dulunya dilakukan oknum di BPKD dengan pihak yang menduduki lahan. "DKI enggak urusin. Ini mungkin main kali sampai didudukin oleh orang lain. Terus pas yang punya marah, yang dudukin balas gini, 'emang lu siapa? Ini kan bukan tanah lu, tanah gue, kan lu udah kasih ke DKI'," kata Ahok di Balai Kota, Selasa (28/6/2016).