Aset Industri Asuransi Tumbuh 5,96% per Januari 2026, Capai Rp 1.214,82 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) per Januari 2026 tetap stabil dengan pertumbuhan aset yang terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan, aset industri asuransi per Januari 2026 tercatat mencapai Rp 1.214,82 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan (year on year/YoY).

Ia menyebut, secara umum kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun tetap stabil dan ditopang oleh tingkat solvabilitas agregat yang tinggi.


“Sejalan dengan kondisi tersebut, OJK terus mendorong optimalisasi peran serta peningkatan kinerja industri PPDP dengan tetap memperkuat ketahanan sektor dalam menghadapi dinamika perekonomian global dan domestik,” ujarnya dalam paparan, Senin (3/3).

Baca Juga: Bank CIMB Niaga (BNGA) Siapkan Buyback Saham dengan Nilai Maksimal Rp 480 juta

Dari sisi asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp 995,19 triliun atau naik 7,48% YoY. Sementara itu, akumulasi pendapatan premi pada Januari 2026 mencapai Rp 36,38 triliun atau tumbuh 4,67% YoY.

Secara rinci, premi asuransi jiwa masih terkontraksi sebesar 6,15% YoY dengan nilai Rp 17,97 triliun. Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 17,92% YoY menjadi Rp 18,42 triliun.

Dari sisi permodalan, risk based capital (RBC) industri asuransi jiwa secara agregat tercatat sebesar 478,06%, sedangkan RBC asuransi umum dan reasuransi sebesar 323,47%. Kedua rasio tersebut masih berada jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan sebesar 120%.

Adapun asuransi nonkomersial yang meliputi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program jaminan bagi ASN, TNI, dan Polri mencatat total aset sebesar Rp 219,67 triliun atau terkontraksi 0,42% YoY.

Di sektor dana pensiun, total aset per Januari 2026 mencapai Rp 1.686,11 triliun atau tumbuh 11,21% YoY. Program pensiun sukarela mencatatkan total aset sebesar Rp 412,29 triliun atau naik 7,62% YoY.

Sementara itu, aset program pensiun wajib yang terdiri dari program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun ASN, TNI, dan Polri mencapai Rp 1.273,82 triliun atau meningkat 12,42% YoY.

Pada industri penjaminan, total aset per Januari 2026 tercatat sebesar Rp 47,51 triliun atau tumbuh 1,96% YoY.

Baca Juga: Clipan Finance Sebut Pembiayaan Kendaraan Masih Cukup Menjanjikan pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News