Aset Industri Penjaminan Tumbuh 2,43% YoY pada 2025, Capai Rp 47,51 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai aset perusahaan penjaminan masih mencatatkan pertumbuhan hingga akhir 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset industri penjaminan mencapai Rp 47,51 triliun sepanjang 2025.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, nilai tersebut tumbuh 2,43% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, pada November 2025, aset perusahaan penjaminan tercatat sebesar Rp 47,63 triliun atau tumbuh 2,03% secara tahunan. Data tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif stabil di industri penjaminan, meski secara bulanan terjadi sedikit penyesuaian nilai aset.


Baca Juga: OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Usai MSCI Bekukan Rebalancing Saham RI

Pertumbuhan aset ini mencerminkan ketahanan industri penjaminan di tengah dinamika ekonomi sepanjang 2025.

Industri penjaminan memiliki peran strategis dalam mendukung akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan dukungan penjaminan untuk memperoleh kredit dari lembaga keuangan.

Di sisi lain, kinerja sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) secara keseluruhan juga menunjukkan tren positif. OJK mencatat total aset industri perasuransian mencapai Rp 1.201,33 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 5,95% YoY.

Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha untuk Perusahaan Gadai Indo Gadai Madya

Sementara itu, pada sektor dana pensiun, total aset tercatat sebesar Rp 1.679,46 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 11,35% YoY. Pertumbuhan tertinggi di sektor dana pensiun ini menandakan peningkatan pengelolaan dana jangka panjang serta semakin besarnya partisipasi masyarakat dan korporasi dalam program pensiun.

Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa sektor PPDP tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang solid, dengan kontribusi signifikan terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Selanjutnya: Prospek Industri Hotel 2026 Tertekan, PHRI Wanti-Wanti Risiko Okupansi Turun

Menarik Dibaca: IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Rabu (11/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News