KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah aset kripto alternatif turut menguat di tengah kenaikan Bitcoin dan Ethereum. Zcash (ZEC) menjadi salah satu yang mencatat kenaikan paling signifikan dengan penguatan mencapai 85% dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (22/9/2026) pukul 15.30 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 85.430, naik 3,98% secara harian, 11,21% dalam sepekan, dan 12,07% dalam sebulan. Ethereum berada di level US$ 2.725, naik 1,81% dalam sehari, 10,19% dalam sepekan, dan 13,25% dalam sebulan. Sementara itu, Solana (SOL) berada di level US$ 116,00, naik 2,14% secara harian, 15,70% dalam sepekan, dan 24,93% dalam sebulan. XRP berada di level US$ 1,51, naik 4,59% dalam 24 jam terakhir, 9,32% dalam sepekan, dan 2,65% dalam sebulan.
Baca Juga: Kompak, Rupiah Jisdor Melemah 0,39% ke Rp 17.883 per Dolar AS pada Selasa (22/9) Adapun Zcash berada di level US$ 1.506,62. Zcash turun tipis 0,10% secara harian, tetapi masih mencatat kenaikan 32,28% dalam sepekan dan 85,48% dalam sebulan. CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis mengatakan, Zcash mencuri perhatian pasar setelah adanya perkembangan yang membuka akses lebih luas bagi investor institusional terhadap aset kripto berbasis privasi. "Zcash (ZEC) mencuri perhatian setelah Grayscale meluncurkan produk investasi spot pertamanya di NYSE Arca pada akhir Agustus, yang mendorong harga ZEC menembus level tertinggi dalam delapan tahun terakhir," kata Yudhono kepada Kontan, Selasa (22/9/2026). Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan mulai terbukanya akses institusional terhadap aset kripto di segmen privasi. Selain Zcash, Monero (XMR) juga ikut terangkat berkat integrasi swap native dengan THORChain yang meningkatkan likuiditas dan aksesibilitasnya. Selain Zcash, Solana juga menjadi salah satu aset kripto yang menarik perhatian investor di tengah penguatan pasar altcoin. "Solana (SOL) menjadi salah satu yang paling banyak disorot karena mencatat lonjakan volume perdagangan yang signifikan, ditopang oleh persetujuan pembaruan jaringan SIMD-0550 pada akhir Agustus dan peluncuran Transaction V1 pada 9 September," ujar Yudhono. Perkembangan tersebut dinilai meningkatkan efisiensi dan kapasitas jaringan Solana. SOL juga masuk dalam kelompok altcoin yang menerima aliran modal kuat bersama Ethereum dan XRP. Sementara itu, XRP turut menjadi aset yang menarik dicermati. Yudhono mengatakan XRP mendapat dukungan dari faktor musiman serta perkembangan regulasi dan meningkatnya minat institusional. "XRP juga menarik untuk dicermati karena secara historis performanya lebih baik dibanding Bitcoin pada bulan September, dengan rata-rata return sekitar 12% sejak 2018," jelas Yudhono.
Selain faktor musiman, XRP juga mendapat dukungan dari sentimen positif terkait kemajuan regulasi aset digital seperti CLARITY Act serta ETF spot XRP yang mulai mencatat arus masuk dana.
Baca Juga: Bos TRIV dan Andry Hakim Masuk, Saham Guna Raya (TRUK) Melesat Ratusan Persen Di luar Zcash, Solana, dan XRP, sejumlah aset kripto lain seperti Uniswap (UNI) dan Bittensor (TAO) juga menjadi perhatian. Uniswap mendapat katalis dari perkembangan protokol v4 dan skema fee baru, sedangkan Bittensor mendapat perhatian dari meningkatnya investasi infrastruktur kecerdasan buatan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News