Aset Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Capai Rp 1,63 Triliun per Juni 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) terus bertumbuh hingga pertengahan 2026.

Per Juni 2026, total aset LKM mencapai Rp 1,63 triliun atau meningkat 2,51% secara tahunan (year on year/YoY).

“Nilai aset LKM pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp 1,59 triliun,” kata Kepala Eksekutif PVML OJK Agusman, Selasa (4/8/2026).


Baca Juga: Premi Asuransi Properti Allianz Utama Tumbuh 7% per Juni 2026

Secara bulanan (month on month/MoM), aset LKM juga meningkat 0,62% dari posisi Mei 2026 yang sebesar Rp 1,62 triliun.

Sementara itu, penyaluran pinjaman LKM hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp 1,05 triliun. Nilai tersebut relatif tidak berubah dibandingkan posisi Juni 2025 maupun Mei 2026.

Ketua Umum Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Indonesia (Aslindo) Burhan mengatakan, terdapat sejumlah langkah yang perlu dilakukan industri untuk meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman.

Salah satu upaya yang dinilai penting adalah meningkatkan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar keberadaan serta peran LKM semakin dikenal.

"Literasi dan sosialisasi kepada masyarakat perlu terus digencarkan agar LKM semakin dikenal masyarakat," ujar Burhan kepada Kontan.

Selain itu, Burhan menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri. Menurutnya, pelatihan bagi pengelola LKM perlu terus dilakukan agar kompetensi semakin meningkat.

Baca Juga: Bank Maybank (BNII) Resmi Genggam 51% Saham Maybank Sekuritas, Akuisisi Rp 583 Miliar

Aslindo juga mendorong seluruh LKM untuk melaksanakan sertifikasi bagi pengurus serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

Di samping itu, Burhan menambahkan, LKM perlu memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga, baik untuk memperkuat permodalan maupun meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

"Dengan penguatan literasi, SDM, tata kelola, serta kerja sama antarlembaga, kami optimistis kinerja LKM, termasuk penyaluran pinjaman, dapat terus meningkat ke depan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News