Aset Offshore Masih Prospektif saat Suku Bunga Tinggi, Ini Pilihan Investasinya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Investasi pada aset offshore masih memiliki prospek di tengah kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed).

Namun, investor perlu mencermati volatilitas yang tinggi, terutama pada saham sektor teknologi dan artificial intelligence (AI).

Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi, mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% pada FOMC September sejatinya telah diantisipasi oleh pasar.


Baca Juga: Rupiah Berpotensi Kembali Tertekan Pekan Depan, Ini Sentimennya

"Kenaikan ini harusnya sudah priced in dan diharapkan pasar. Seharusnya dampaknya terbatas kalau hanya satu-dua kali. Jangan sampai terlalu banyak," ujar Eri kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Eri, kondisi tersebut membuat dampak kenaikan suku bunga terhadap aset offshore berpotensi terbatas selama kenaikan tidak berlangsung berulang kali. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan kebijakan moneter global ke depan.

Dari sisi pilihan aset, Eri melihat investasi offshore saat ini mayoritas masih berada pada instrumen saham. Di tengah kondisi tersebut, saham yang berkaitan dengan teknologi dan artificial intelligence (AI) masih cukup menarik untuk dicermati.

Meski memiliki prospek pertumbuhan, Eri mengingatkan bahwa saham teknologi memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Pergerakannya juga cukup sensitif terhadap berbagai pemberitaan yang berkembang di pasar.

“Saat ini yang offshore mayoritas saham yah. Jadi saham yang cukup menarik masih yg berbau technology dan Artificial Inteligence. Kinerja tech walau bagus tapi volatility tinggi. Jadi yang global walau lambat tapi YTD lebih bagus dari YTD tech,” terang Eri.

Selain saham teknologi, Eri melihat aset global yang memberikan eksposur terhadap negara-negara maju masih cukup menarik. Menurut dia, secara umum aset yang berkaitan dengan negara maju maupun sektor teknologi masih memiliki prospek yang cukup baik.

Baca Juga: Kinerja Emiten Infrastruktur Lesu di Era Suku Bunga Tinggi, Simak Rekomendasi Analis

Adapun sentimen yang perlu diperhatikan investor antara lain perkembangan suku bunga serta kekhawatiran terhadap potensi gelembung (bubble) pada saham teknologi. "News-nya ada yang berkaitan bunga, ada juga berkaitan bubble," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News