Asia Kapitalindo Rilis Tiga Reksadana Baru



JAKARTA. PT Asia Kapitalindo Securities Tbk (ASIA) akan meluncurkan tiga produk reksadana sekaligus. Jika tak ada aral melintang, investor sudah bisa membeli produk ini mulai bulan depan.

Presiden Direktur Asia Kapitalindo Wim Alfatih menyatakan sedang menyiapkan tiga produk reksadana, masing-masing reksadana saham (equity fund), reksadana pendapatan tetap (fixed income fund), dan reksadana syariah. "Kami akan minta pernyataan efektif akhir bulan ini sehingga pertengahan bulan depan bisa diluncurkan," ujar dia, Selasa (12/5).

ASIA, kata Wim, sudah menyiapkan nama untuk tiga reksadana baru itu, yaitu Asia Equity Fund untuk reksadana saham, Asia Bond Fund untuk reksadana pendapatan tetap, dan Asia Syariah Fund untuk reksadana syariah.


Asia Equity Fund akan menempatkan 80% dana kelolaan di saham LQ-45 yang terdiri atas 45 saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana kelolaan lain akan terparkir pada instrumen pasar uang. Ancar-ancar imbal hasil reksadana ini berkisar antara 20%-30% per tahun.

Adapun alokasi aset Asia Bond Fund adalah 70% di Surat Utang Negara (SUN) dan sisanya di obligasi korporasi dengan peringkat minimal BBB+. Untuk reksadana ini, Wim memperkirakan imbal hasil sebesar 12%-13%.

Sedangkan Asia Syariah Fund akan menempatkan 5%-75% dana di obligasi syariah dan 5%-75% di saham yang tercatat dalam Jakarta Islamic Indeks (JII). Dengan komposisi ini, dia berharap reksadana ini memberi keuntungan 15%-25% per tahun.

Seiring dengan kondisi pasar modal yang membaik, Wim optimistis ketiga reksadana baru itu akan laris di pasaran. Ia menargetkan, masing-masing reksadana akan meraup dana kelolaan Rp 50 miliar hingga akhir tahun ini.

Guna mencapai target itu, Wim mengaku telah menjajaki beberapa investor potensial. Tapi, dia enggan mengungkapkan calon investor itu.

Yang pasti, Wim mengklaim bahwa sejumlah investor telah siap membeli produk tersebut. Apalagi, beberapa perusahaan memiliki kebijakan menghentikan investasi di saham dan mengalihkannya ke reksadana. "Ini sangat menguntungkan kami," katanya.

Selain meluncurkan reksadana baru, Asia Kapitalindo juga ingin menambah modal. Sayang, ia masih merahasiakan dengan cara apa penambahan modal tersebut. "Masih terlalu dini," pungkas Wim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News