Asia Pacific Fibers (POLY) Kejar Kenaikan Pendapatan hingga 15% pada Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di industri tekstil dan produk tekstil (TPT), PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) optimistis kinerja keuangan tahun ini akan meningkat. Perseroan pun menargetkan pendapatan bisa naik 12% sampai 15%. 

Sayangnya, laporan kinerja keuangan perseroan tahun 2022 belum usai di susun. Namun demikian, perseroan memproyeksikan pendapatan bisa mencapai sebesar US$ 400 juta di tahun 2022. 

Prama Yudha Amdan, Head of Corporate Communications and Public Relation POLY menjelaskan prospek bisnis tekstil akan kembali menggairahkan di tahun ini. Sebab menurut perseroan momentum Idul Fitri 2023 merupakan tahun pertama tanpa ada pembatasan aktivitas sosial dan adanya rentetan agenda persiapan menjelang pemilu. 


“Dua faktor tersebut seharusnya membuat aktivitas ekonomi lebih menggeliat,” ujar dia kepada Kontan.co.id baru-baru ini.

Baca Juga: Laba PP Presisi (PPRE) Naik 30,9% Jadi Rp 100 Miliar pada 2022, Ini Kata Manajemen

Namun demikian, hingga penghujung kuartal pertama 2023, belum ada perkembangan permintaan yang signifikan dari pasar meskipun konsumsi cukup relatif terjaga. Menurutnya hal ini kemungkinan karena banjirnya produk impor murah dengan kualitas yang tidak bisa dijamin merembes di pasar. 

“Baik di sektor hulu bahan baku serat/benang, maupun di sektor hilir utamanya impor garmen jadi,” sambungnya. 

Untuk mengantisipasi, POLY pun menyiapkan sejumlah strategi seperti meningkatkan variasi portofolio produk bernilai tambah, memperluas cakupan pasar dan berupaya membuka pasar yang baru serta meningkatkan kualitas dan layanan untuk pelanggan premium dengan mekanisme kemitraan pengembangan produk.

Saat ini, perseroan telah menjajaki beberapa pasar ekspor untuk penjualan produknya. Di antaranya Amerika Utara dan Selatan dan Eropa. 

Tak hanya perluas pasar, POLY juga akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 8% sampai 10% di tahun ini.

Baca Juga: Sariguna Primatirta (CLEO) Siapkan Capex Rp 300 Miliar di Tahun 2023

Sementara dari sisi belanja modal atau capex, ia menyebutkan perseroan telah menganggarkan dana sebesar US$ 5 juta sampai US$ 7,5 juta untuk produk dan process improvement

Lantaran masih adanya beberapa tantangan, POLY memilih masih wait and see untuk ekspansi bisnis. Hal itu sejalan dengan menunggu proses restrukturisasi perusahaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi