KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Palo Alto Networks merilis prediksi keamanan siber di tahun 2025 untuk kawasan Asia Pasifik. Prediksi ini mencakup lima tren utama yang diperkirakan muncul dalam 12 bulan ke depan. Prediksi ini dirancang agar para praktisi siber dapat mempersiapkan organisasi mereka dengan lebih baik di masa depan dalam menghadapi tantangan keamanan siber. Organisasi di wilayah Asia Pasifik telah menekankan pentingnya integrasi kecerdasan buatan (AI) di dalam proses bisnis pada 2024. Hal ini mencakup proses keamanan siber. Organisasi dan aktor jahat kerap bersaing dalam persaingan pemanfaatan teknologi AI. Namun, yang mengkhawatirkan, menurut laporan terbaru PwC, lebih dari 40% petinggi perusahaan mengatakan bahwa mereka tidak memahami risiko siber yang ditimbulkan oleh teknologi baru seperti Generative AI. Pada tahun 2025, AI akan menjadi pusat dari strategi keamanan siber seiring pemanfaatan AI oleh organisasi dalam memitigasi risiko secara proaktif. Yang terpenting, organisasi juga harus berupaya untuk mengamankan berbagai model AI yang mereka kembangkan sendiri.
Asia Pasifik Akan Menghadapi Ancaman Siber Berbasis Kecerdasan Buatan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Palo Alto Networks merilis prediksi keamanan siber di tahun 2025 untuk kawasan Asia Pasifik. Prediksi ini mencakup lima tren utama yang diperkirakan muncul dalam 12 bulan ke depan. Prediksi ini dirancang agar para praktisi siber dapat mempersiapkan organisasi mereka dengan lebih baik di masa depan dalam menghadapi tantangan keamanan siber. Organisasi di wilayah Asia Pasifik telah menekankan pentingnya integrasi kecerdasan buatan (AI) di dalam proses bisnis pada 2024. Hal ini mencakup proses keamanan siber. Organisasi dan aktor jahat kerap bersaing dalam persaingan pemanfaatan teknologi AI. Namun, yang mengkhawatirkan, menurut laporan terbaru PwC, lebih dari 40% petinggi perusahaan mengatakan bahwa mereka tidak memahami risiko siber yang ditimbulkan oleh teknologi baru seperti Generative AI. Pada tahun 2025, AI akan menjadi pusat dari strategi keamanan siber seiring pemanfaatan AI oleh organisasi dalam memitigasi risiko secara proaktif. Yang terpenting, organisasi juga harus berupaya untuk mengamankan berbagai model AI yang mereka kembangkan sendiri.