Asia-Pasifik Memanas: Latihan Militer AS-Filipina Libatkan Jepang, China Geram



KONTAN.CO.ID - BEIJING. China memperingatkan "kerja sama militer yang dapat merusak kepercayaan dan memperdalam perpecahan di kawasan ini," seiring Amerika Serikat dan Filipina memulai latihan militer tahunan, dengan partisipasi yang lebih luas dari Jepang.

“Yang paling dibutuhkan kawasan Asia-Pasifik adalah perdamaian dan ketenangan, dan yang paling tidak dibutuhkan adalah masuknya kekuatan eksternal untuk menciptakan perpecahan dan konfrontasi,” kata Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Urusan Luar Negeri China, dalam konferensi pers rutin di Beijing ketika ditanya tentang latihan militer tersebut pada Senin (20/4/2026).

Kerja sama militer antar negara tidak boleh merusak saling pengertian dan kepercayaan di antara negara-negara regional, mengganggu perdamaian dan stabilitas regional, diarahkan terhadap pihak ketiga, atau merugikan kepentingan mereka, kata Guo.


Baca Juga: Israel Memperkuat Cengkeraman di Lebanon Selatan, Warga Diminta Menjauh

“Kami ingin mengingatkan negara-negara terkait bahwa terus menerus mengikat diri mereka sendiri dalam hal keamanan hanya akan menyebabkan mereka membakar diri sendiri dan menjadi bumerang,” katanya.

Latihan tahunan "Balikatan" atau "bahu-membahu" yang berlangsung dari 20 April hingga 8 Mei akan melibatkan anggota Pasukan Bela Diri Jepang dalam latihan tembak langsung untuk pertama kalinya. 

Militer China mengatakan pada Jumat (17/4/2026) lalu bahwa mereka mengerahkan angkatan laut dan udara untuk memantau kapal perusak Jepang JS Ikazuchi yang melintasi Selat Taiwan. Kapal perang tersebut terdaftar sebagai bagian dari unit yang berpartisipasi dalam latihan multilateral, menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Jepang.

Ketika ditanya tentang kehadiran Ikazuchi di selat dan keterlibatan Jepang dalam latihan militer, Guo mengatakan Tokyo harus berhati-hati, daripada "memamerkan kekuatan militernya di mana-mana dan merusak stabilitas regional."