KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan teknologi digital di Asia Tenggara mendorong masyarakat semakin dekat dengan sistem keuangan berbasis blockchain. Mulai kebutuhan pengiriman uang lintas negara, transaksi digital yang lebih praktis, hingga akses layanan keuangan melalui ponsel, semuanya perlahan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap layanan keuangan digital yang lebih cepat, aman, dan mudah diakses juga terus meningkat. Kondisi ini membuat teknologi blockchain mulai dilirik sebagai salah satu fondasi baru dalam pengembangan sistem keuangan digital di kawasan Asia Pasifik (APAC). Di Indonesia, perkembangan industri aset digital mulai menunjukkan arah yang lebih serius setelah pengawasan aset kripto resmi dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara di negara lain seperti Vietnam dan Thailand, dukungan terhadap ekosistem aset digital juga mulai terlihat melalui berbagai kebijakan baru yang membuka ruang lebih besar bagi inovasi teknologi keuangan. Di tengah pertumbuhan tersebut, kebutuhan terhadap talenta digital dan pengembangan solusi berbasis blockchain juga semakin besar. Berbagai perusahaan dan organisasi teknologi mulai mendorong lahirnya inovasi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Maka, Rise In -platform edukasi dan akselerasi web3- bersama Stellar Development Foundation (SDF), menghadirkan APAC Stellar Hackathon. Program ini mempertemukan developer,
startup, founder, hingga builder dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk mendorong lahirnya solusi keuangan digital yang dapat digunakan secara nyata oleh masyarakat. Asia Tenggara dipilih sebagai fokus utama karena kawasan ini dinilai menjadi salah satu pasar digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Regulasi aset digital di sejumlah negara mulai berkembang lebih terbuka, sementara penggunaan transaksi berbasis blockchain juga terus meningkat seiring masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital melalui perangkat mobile.
Baca Juga: Mitra Pack (PTMP) Incar Kenaikan Penjualan 15% pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya Pada saat yang sama, penggunaan aset digital di kawasan APAC terus meningkat. Masyarakat mulai memanfaatkan teknologi blockchain untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengiriman uang antarnegara, pembayaran digital, hingga penyimpanan aset dalam bentuk stablecoin. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap aplikasi keuangan yang sederhana, aman, dan mudah digunakan. Melalui program ini, Rise In dan Stellar ingin mendorong lahirnya berbagai solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Peserta akan mengembangkan beragam ide, mulai dari aplikasi pembayaran lintas negara, dompet digital, sistem penggajian berbasis stablecoin, layanan keuangan digital berbasis blockchain, hingga berbagai solusi finansial lainnya.
“Kami ingin Hackathon ini menjadi ruang lahirnya solusi-solusi yang tidak hanya menarik secara teknologi, tetapi juga benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Kenny Rivaldi,
Country Lead Rise In - Indonesia, dalam keterangannya, Kamis (21/5). Ia menambahkan, program ini bukan sekadar kompetisi teknologi, melainkan juga upaya membangun ekosistem talenta digital yang lebih kuat di kawasan. “Melalui program ini kami juga ingin memperluas akses belajar dan kesempatan kolaborasi bagi talenta-talenta muda di Asia Tenggara. Besar harapannya, hackathon ini bisa menjadi titik awal lahirnya startup maupun inovasi digital baru dari kawasan yang mampu bersaing secara global,” ungkap Kenny. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News