Asian Agri remajakan kebun sawit



JAKARTA. PT Asian Agri akan menggenjot peremajaan tanaman sawit untuk mempertahankan laju produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar 1 juta ton per tahun. Selain replanting, intensifikasi lahan juga dianggap cara efektif agar pembatasan lahan perkebunan tidak mempengaruhi tingkat produksi CPO.  

Freddy Widjaya, General Manager Asian Agri mengatakan, untuk mempertahankan laju produksi CPO, pihaknya akan melakukan peremajaan tanaman. "Dari proses peremajaan Asian Agri berupaya mempertahankan produksi CPO sebesar 1 juta metrik ton (MT) per tahun," katanya, akhir pekan lalu.

Sayang Freddy tidak mengungkapkan berapa besar perkebunan yang akan diremajakan pada tahun ini. Asian Agri menjadi salah satu perusahaan besar yang akan terimbas aturan pembatasan lahan perkebunan.


Dalam aturan yang akan dimasukkan dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomer 26 tahun 2007 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan tersebut, pemerintah berencana hanya membatasi luas kebun satu grup perusahaan maksimal 100.000 ha.

Asian Agri adalah salah satu anak usaha Grup Raja Garuda Mas. Perusahaan ini pada 2012 memiliki luas kebun sawit seluas 160.000 ha dengan kebun inti 100.000 ha. Sebagian besar kebun terletak di Sumatera Utara.

Sedangkan kebun plasma mencapai 60.000 ha. Jumlah petani plasma Asian Agri 29.000 kepala keluarga. Untuk memproduksi CPO sebanyak 1 juta ton, Asian Agri memiliki 19 pabrik pengolahan CPO.

Menurut Freddy, saat ini pihaknya memang tidak berencana untuk ekspansi lahan baru. Oleh karena itu, dia enggan berkomentar dengan rencana pembatasan lahan kebun 100.000 ha. "Kami ingin meningkatkan produktivitas melalui intensifikasi lahan," kata Freddy.

Dia mengungkapkan, salah satu intensifikasi yang dilakukan perusahaannya, selain pengolahan lahan yang baik juga dengan memanfaatkan bibit unggul. Untuk memproduksi bibit unggul, Asian Agri memiliki anak usaha PT Tunggal Yunus Estate yang memproduksi bibit sawit Topaz.

Topaz diyakini memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi 30% dibanding bibit yang ditanam saat ini. Dengan peningkatan produksi itu, maka satu hektare kebun sawit akan mampu menghasilkan sekitar rata-rata 32 ton tandan buah segar (TBS) sawit per tahun.

Untuk mendukung rencana replanting, tahun ini Asian Agri mematok kenaikan produksi benih sawitnya sebanyak 1 juta kecambah. Jika tahun lalu produksi benih sawit Topaz 18,7 juta kecambah, tahun ini ditingkatkan menjadi 19,7 juta kecambah.

Selain lebih produktif, masa panen juga lebih cepat rata-rata 15-18 ton per ha pada tahun pertama dan meningkat 31-35 ton per ha pada usia 4 tahun sampai 15 tahun.     

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri