KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang usia ke-70 tahun, PT Astra International Tbk (ASII) menjadikan momentum tersebut sebagai ajang refleksi untuk memperkuat pertumbuhan perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan melalui evaluasi strategi secara menyeluruh. Hasil tinjauan strategis itu telah diumumkan pada Senin (25/5/2026).
Bisnis Otomotif
Rudy bilang bisnis otomotif tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan baru, namun terus mengoptimalkan seluruh ekosistem otomotif Grup Astra yang luas yang telah dibangun selama beberapa dekade, mencakup penjualan kendaraan baru dan bekas, penjualan suku cadang, layanan purna jual, dan didukung oleh jaringan pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk terus memperkuat posisi Astra sebagai pemain utama yang relevan di industri otomotif.Jasa Keuangan
Bisnis jasa keuangan akan fokus untuk mengoptimalkan seluruh potensi ekosistem melalui beragam produk dan layanan untuk berbagai segmen pelanggan.Alat Berat dan Solusi Pertambangan
Untuk bisnis alat berat dan solusi pertambangan, perusahaan akan fokus pada penguatan ekosistem rantai pasok pertambangan serta pengembangan sumber pertumbuhan baru untuk memperkuat daya saing dan penciptaan nilai jangka panjang. Terkait portofolio selain ketiga bisnis tersebut, Astra akan menjalankan strategi pengembangan portofolio bisnis yang terarah dengan menekankan pada keselarasan strategis dengan ekosistem dan kapabilitas Astra serta membangun kemitraan strategis untuk melengkapi kapabilitas dan kebutuhan pertumbuhan jangka panjang. Selain itu, Astra akan memperkuat disiplin dalam alokasi modal dan terus melakukan belanja modal untuk pemeliharaan, pembayaran dividen yang konsisten, investasi yang memberikan pertambahan nilai, dan melakukan share buyback pada tingkat valuasi yang tepat. Adapun Astra juga berencana mengalokasikan sekitar Rp 8 triliun untuk program pembelian kembali saham selama 12 bulan. Baca Juga: BI Rate Naik, SBN Floating Jadi Incaran di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga BIKinerja Laba dan Dividen
Selama sepuluh tahun terakhir antara 2015-2025, laba bersih Astra telah bertumbuh lebih dari dua kali lipat dari Rp 15 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 33 triliun pada tahun 2025 atau meningkat sebesar 126%. Pembagian dividen kepada pemegang saham juga mengalami peningkatan 245% dari Rp 113 per saham pada tahun 2015 menjadi Rp 390 per saham pada tahun 2025. Praktisi pasar modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai langkah efisiensi yang dilakukan Astra merupakan keputusan positif karena berpotensi menekan beban biaya dari lini bisnis lain yang dinilai kurang optimal kinerjanya. "Untuk investor perlu wait and see, karena strategi boleh bagus namun hasil akhir ada di laporan keuangan," ucap William kepada Kontan, Senin (26/5/2026).ASII Chart by TradingView