ASII mulai gencar ekspansi di sektor infrastruktur



JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) mulai mengubah strategi bisnis untuk menopang pertumbuhan dalam jangka panjang. Tahun 2016, emiten konglomerasi ini mulai fokus melakukan ekspansi di bisnis infrastruktur, logistik dan properti.

Demi melakukan strategi tersebut, ASII mengerek belanja modal (capital expenditure /capex) untuk sektor tersebut hingga 152% menjadi sekitar Rp 5,3 triliun dari serapan Rp 2,1 triliun di tahun 2015.

Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII mengungkapkan, perseroan tahun ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp 13,7 triliun atau melonjak 37% dibanding dengan serapan capex tahun lalu yang hanya mencapai Rp 10 triliun.


"Naiknya capex tahun ini karena fokus kita tahun ini bergeser ke arah infrastruktur, logistik dan properti. Capex untuk segmen ini dialokasikan 39%, naik dari 21% dari tahun lalu," jelasnya di Jakarta, Rabu (27/4).

Sementara 20% capex akan digunakan untuk sektor otomotif, 15% untuk agribisnis dan 21% untuk divisi united tractors dan sisanya bisnis lainnya. Seluruh kebutuhan capex tersebut akan didanai perseroan dari kas internal perseroan.

Prijono bilang, kendati kinerja perseroan mengalami perlambatan tahun lalu namun kas dan setara kasnya masih positif. Sedangkan serapan capex ASII tahun 2015 senilai Rp 10 triliun atau 76% dari anggaran awal merupakan serapan capex terendah dalam sejarah bisnis perseroan.

Sementara Paulus Bambang Widjanarko, Direktur ASII mengatakan tahun ini perseroan akan mengalokasikan Rp 1,6 triliun dari capex sektor infrastruktur, logistik dan properti sebesar Rp 5,3 triliun atau 39% dari total anggaran belanja modal perseroan untuk menyelesaikan pembangunan menara Astra dan Anandamaya Residence tahun ini. "Menara Astra ditargetkan bisa rampung tahun depan dan Anandamaya Residence diharapkan selesai pada Maret atau Juni 2018." ujarnya.

Sementara Rp 1,3 triliun dari capex tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan tol Mojokerto-Kertosono (PT Marga Harjaya Infrastruktur /MHI) sepanjang 40,5 km dan tol Semarang-Solo (PT Trans Marga Jateng /TMJ) 72,6 km. MHI seksi III diharapkan selesai sepanjang 5 km sebelum lebaran dan TMJ diharapkan selai 13 km sebelum lebaran dan seluruhnya rampung pada akhir tahun ini.

Saat ini, ASII telah menguasai 4 konsesi ruas tol. Selain MHI dan TMJ, perseroan telah meniliki konsensi tol Tol Tangerang – Merak sepanjang 72,4 km (PT Marga Mandalasakti /MMS) dan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km (PT Marga Trans Nusantara /MTN). MMS sudah beroperasi sedangkan MTN masih belum dibangun. Tahun ini perseroan belum akan membangun tol ini karena pembebasan lahannya baru 46%.

Adapun sisanya dari capex Rp 5,3 triliun tersebut akan digunakan untuk proyek lain serta membidik proyek-proyek infrastruktur lainnya. Saat ini, perseroan bersama konsorsiumnya telah memenangkan proyek tol Serpong- Balaraja sepanjang 31 km. "Kita pegang porsi 25% di tol tersebut. saat ini masih dalam proses pembentukan BPJTnya," ujar Paulus.

Bambang mengatakan, tahun ini perseroan akan terus membidik proyek-proyek infrastruktur terutama di sektor jalan tol. Hanya saja dirinya belum bersedia menyebutkan proyek-proyek yang akan di bidik perseroan. "Kita belum bisa sebutkan (proyek yang di bidik). Tapi fokus yang diberikan grup ke kita adalah di jalan tol karena kita sudah pengalaman di sana dan memiliki 4 proyek saat ini," jelasnya.

Di sektor properti, ASII akan terus ekspansi ke depan karena sektor ini diperkirakan akan memberikan kontribusi pendapatan besar ke grup Astra. Namun untuk tahun ini, perseroan baru akan fokus menyelesaikan dua proyek yang dimiliki saat ini karena kondisi ekonomi belum pulih.

Meski kuartal I 2015 kinerja ASII melorot 22% terutama akibat penurunan bisnis alat berat, otomotif dan sektor keuangan. Namun, sektor perkebunan serta infrastruktur, logistik dan properti masih mengalami pertumbuhan. Prijono berharap dengan diversifikasi bisnis yang dilakukan perseroan kinerja hingga akhir tahun dapat semakin membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto