Asing Borong Saham BBRI, BMRI, BRIS di Perdagangan Sesi I Jumat (6/11), BBCA Dilepas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arus modal asing terpantau kembali masuk ke pasar saham domestik pada perdagangan Sesi I, Jumat (6/11/2026). Menariknya, pergerakan dana investor asing ini didominasi oleh perombakan portofolio pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps).

Berdasarkan data Stockbit, investor asing mencatatkan total nilai beli di seluruh pasar sebesar Rp 1,3 triliun.

Di sisi lain, total nilai jual di seluruh pasar tercatat sebesar Rp 1,2 triliun. Dengan demikian, asing berhasil membukukan nilai beli bersih atau net foreign sebesar Rp 153,2 miliar di paruh pertama perdagangan hari ini.


Masuknya modal asing ini tampak mengalir deras ke saham-saham bank pelat merah. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi primadona utama, menempati urutan pertama saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai foreign value buy mencapai Rp 44 miliar.   

Baca Juga: KB Bank Tunda Penerbitan Obligasi Global US$ 300 Juta, Ini Pertimbangannya

Mengekor di posisi kedua, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut menjadi incaran asing dengan akumulasi beli bersih sebesar Rp 41 miliar. Tak hanya bank konvensional, saham bank syariah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga masuk dalam lima besar radar koleksi asing dengan nilai beli mencapai Rp 6 miliar pada Sesi I.   

Namun, anomali justru terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Ketika saham bank big caps lainnya ramai diakumulasi, saham bank swasta terbesar ini justru banyak dilepas oleh investor asing. BBCA menempati posisi ketiga terbanyak dalam daftar foreign value sell, dengan nilai jual dari investor asing mencapai Rp 11 miliar.   

Baca Juga: Kredit Macet UMKM Masih Tinggi, Kualitas Debitur Jadi Tantangan Bank​

Tingginya akumulasi beli pada BBRI, BMRI, dan BRIS, serta aksi lepas saham BBCA ini mencerminkan dinamika rotasi sektor dan strategi rebalancing portofolio perbankan yang sedang dilakukan investor asing menjelang penutupan tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News