Asing masih beli saham, IHSG pagi sumringah



JAKARTA. Investor asing masih memburu saham-saham Indonesia. Pagi ini, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) di seluruh market dengan nilai Rp 47,5 miliar. Sedangkan di pasar reguler, net buy asing bernilai Rp 46,8 miliar.

Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pergerakan positif kemarin, Rabu (11/5). Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.15 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,37% menjadi 4.780,81. Pada transaksi sebelumnya, indeks sempat melesat 0,6%.

Ada 142 saham yang menyokong kenaikan indeks. Sementara, jumlah saham yang turun sebanyak 30 saham dan 49 saham lainnya diam tak bergerak.


Volume transaksi perdagangan siang ini melibatkan 501,916 juta saham dengan nilai transaksi Rp 542,636 miliar.

Seluruh sektor kompak tersenyum. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar di antaranya: sektor industri dasar naik 0,98%, sektor industri lain-lain naik 0,7%, dan sektor infrastruktur naik 0,57%.

Saham-saham yang berada di posisi top gainers indeks LQ 45 pagi ini di antaranya: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,11% menjadi Rp 725, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik 1,88% menjadi Rp 18.950, dan PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) naik 1,71% menjadi Rp 1.490.

Sedangkan di jajaran top losers indeks LQ 45, terdapat saham-saham: PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) turun 2,06% menjadi Rp 5.950, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 1,23% menjadi Rp 6.000, dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turun 1,05% menjadi Rp 945.

Asia sumringah

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan regional. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.24 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific melaju 0,7%.

Bursa Jepang tercatat melonjak 1,1%. Dengan demikian, kenaikan bursa Jepang sudah berlangsung selama tiga hari beruntun. Kenaikan indeks Topix pagi ini menuju level penutupan tertinggi sejak 27 April lalu.

Kemudian, indeks S&P/ASX 200 Australia juga melompat 1,3%. Sektor bahan baku dan energi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2%.

Adapun indeks Kospi Korea Selatan tak banyak mengalami perubahan. Sedangkan indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,4%.

Reli bursa global memacu langkah indeks acuan di bursa regional. Sekadar informasi, semalam, indeks Standard & Poor's 500 melonjak 1,3% menjadi 2.084,39. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak 11 Maret lalu.

Adapun sentimen utama yang mengerek kinerja Wall Street antara lain pelemahan yen terhadap dollar AS dan kenaikan harga minyak dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie