JAKARTA. Pasar obligasi syariah atau sukuk Indonesia bakal semakin cerah. Indikasinya, imbal hasil (yield) sukuk global terbitan pemerintah Indonesia terus menurun. Ini sejalan dengan ekspektasi pasar bahwa peringkat utang Indonesia akan naik ke level investment grade. Mengacu ke data Royal Bank of Scotland Group Plc, sukuk Indonesia yang jatuh tempo pada April 2014 ini menawarkan yield 2,63%, Jumat (1/7) lalu. Ini merupakan yang pertama kali selama enam bulan terakhir, imbal hasil sukuk Indonesia lebih kecil daripada yield sukuk terbitan pemerintah Malaysia. Di hari yang sama, sukuk Malaysia yang jatuh tempo pada 2015 itu mencetak yield 2,68%. “Ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas kredit dan peringkat utangnya," ujar Sergey Dergachev, Senior Portfolio Manager Union Investment Privatfonds yang berbasis di Frankfurt, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.
Asing mulai incar sukuk Indonesia
JAKARTA. Pasar obligasi syariah atau sukuk Indonesia bakal semakin cerah. Indikasinya, imbal hasil (yield) sukuk global terbitan pemerintah Indonesia terus menurun. Ini sejalan dengan ekspektasi pasar bahwa peringkat utang Indonesia akan naik ke level investment grade. Mengacu ke data Royal Bank of Scotland Group Plc, sukuk Indonesia yang jatuh tempo pada April 2014 ini menawarkan yield 2,63%, Jumat (1/7) lalu. Ini merupakan yang pertama kali selama enam bulan terakhir, imbal hasil sukuk Indonesia lebih kecil daripada yield sukuk terbitan pemerintah Malaysia. Di hari yang sama, sukuk Malaysia yang jatuh tempo pada 2015 itu mencetak yield 2,68%. “Ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas kredit dan peringkat utangnya," ujar Sergey Dergachev, Senior Portfolio Manager Union Investment Privatfonds yang berbasis di Frankfurt, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.