Asing terus masuk, IHSG yang sudah naik kencang rentan koreksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak menutup kemungkinan, peringkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa masuk sepuluh besar setidaknya untuk skala Asia Pasifik. Pasalnya, dana asing masih belum memberikan sinyal untuk berhenti. Namun, Kepala Riset BNI Sekuritas Norico Gaman tak menampik, kenaikan indeks belakangan ini terlampau kencang. Sehingga, hal ini memunculkan potensi indeks bakal rawan koreksi. Jadi, sekarang tinggal bagaimana pemerintah mampu menjaga momentum yang sudah baik ini atau tidak. Pasalnya, pasar saat ini melihat bahwa pemerintah dan BI telah mampu memperbaiki indikator makro ekonomi Indonesia menjadi lebih baik di tahun 2017 dibandingkan 2016. Sehingga, investor juga berharap bahwa indikator makro ekonomi tahun ini lebih baik dari tahun lalu. "Momentum ini perlu dijaga oleh pemerintah agar dapat terus menciptakan iklim investasi yg lebih kondusif tahun ini," ujar Norico kepada KONTAN, Kamis (18/1). Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indovest memiliki pandangan senada. Stabilitas makro dan politik, serta upgrade rating oleh lembaga rating internasional juga menjadi catatan penting. Jika momentum ini bisa dijaga, tak menutup kemungkinan sektor saham yang bakal menguatkan IHSG tahun ini lebih bervariasi. Menurut Aditya, sektor perbankan, barang konsumsi masih menjadi main driver. Boleh switch ke sektor properti, konstruksi dan komoditas. Sementara, Norico memprediksi, sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi bakal jadi penopang indeks. Dia menambahkan, jika momentum tersebut bisa dijaga, IHSG bisa menyentuh target optimistis di level 7.270.

Adapun target moderat indeks dari Norico ada di level 6.890. Sementara, Aditya memiliki target IHSG di level 7.070.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dessy Rosalina