KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyebut terdapat sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja Imbal Jasa Penjaminan (IJP) industri penjaminan pada 2026. Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi mengatakan tantangan yang akan memengaruhi, yakni ketidakpastian kondisi ekonomi global, potensi peningkatan risiko gagal bayar, dan persaingan yang makin ketat di industri penjaminan, serta kapasitas penjaminan ulang belum optimal. "Selain itu, perubahan regulasi, tekanan terhadap permodalan, serta kebutuhan investasi teknologi juga dapat memengaruhi kinerja IJP," ungkapnya kepada Kontan, Senin (12/1/2026).
Asippindo Beberkan Tantangan yang Berpengaruh pada Kinerja Imbal Jasa Penjaminan 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyebut terdapat sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja Imbal Jasa Penjaminan (IJP) industri penjaminan pada 2026. Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi mengatakan tantangan yang akan memengaruhi, yakni ketidakpastian kondisi ekonomi global, potensi peningkatan risiko gagal bayar, dan persaingan yang makin ketat di industri penjaminan, serta kapasitas penjaminan ulang belum optimal. "Selain itu, perubahan regulasi, tekanan terhadap permodalan, serta kebutuhan investasi teknologi juga dapat memengaruhi kinerja IJP," ungkapnya kepada Kontan, Senin (12/1/2026).