NUSA DUA. Sekitar 82% dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih bermasalah ketika mengakses dana eksternal. Sebab, pelaku usaha ini kurang jaminan dan memiliki risiko gagal kredit yang tinggi. Hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Diding S Anwar pada pembukaan Seminar Penjaminan Internasional atau International Guarantee Seminar (IGS) di Nusa Dua, Bali , Senin (16/11). Menurut Diding, dalam kondisi tersebut, peran penjaminan sangat signifikan. "Tidak hanya menguatkan bank dan lembaga keuangan lain, peran penjaminan bisa membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan bagi UKM dan koperasi," ujarnya.
Asippindo: Mayoritas UMKM masih sulit akses modal
NUSA DUA. Sekitar 82% dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih bermasalah ketika mengakses dana eksternal. Sebab, pelaku usaha ini kurang jaminan dan memiliki risiko gagal kredit yang tinggi. Hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Diding S Anwar pada pembukaan Seminar Penjaminan Internasional atau International Guarantee Seminar (IGS) di Nusa Dua, Bali , Senin (16/11). Menurut Diding, dalam kondisi tersebut, peran penjaminan sangat signifikan. "Tidak hanya menguatkan bank dan lembaga keuangan lain, peran penjaminan bisa membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan bagi UKM dan koperasi," ujarnya.