Asippindo Proyeksikan Bisnis Penjaminan Tahun Ini Masih Bisa Tumbuh Positif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) memproyeksikan bisnis penjaminan pada tahun ini masih bisa tumbuh positif. Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi mengatakan hal itu melihat dari adanya dukungan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan inklusi keuangan dan pengembangan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pertumbuhan ekonomi. 

Oleh karena itu, Agus berharap perusahaan penjaminan dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan portofolio penjaminan. 

"Diharapkan juga perusahaan dapat meningkatkan kontribusi masing-masing dalam rangka ikut membantu pengembangan perekonomian nasional," katanya kepada Kontan, Selasa (31/3).


Baca Juga: AAUI Sebut Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan Industri Asuransi Kesehatan Tahun Ini

Meski terdapat peluang, Agus menyebut industri penjaminan juga akan dihadapkan beberapa tantangan pada tahun ini. Salah satunya berasal dari risiko kredit bermasalah akibat ketidakpastian ekonomi, kebutuhan penguatan permodalan sesuai regulasi OJK, serta tekanan terhadap margin imbal jasa penjaminan. 

Dia juga mengatakan persaingan antarlembaga penjaminan dan kebutuhan peningkatan kualitas manajemen risiko dapat memengaruhi profitabilitas industri pada tahun ini.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai aset perusahaan penjaminan mencapai Rp 47,51 triliun per Januari 2026. Nilai itu tumbuh sebesar 1,96% secara Year on Year (YoY).

Adapun nilai imbal jasa penjaminan yang diperoleh perusahaan penjaminan per Januari 2026 sebesar Rp 0,68 triliun atau Rp 680 miliar. Nilai itu terkontraksi 2,77% secara YoY.

Sementara itu, OJK mencatat, nilai klaim industri penjaminan mencapai Rp 0,29 triliun atau Rp 290 miliar per Januari 2026. Nilainya terkontraksi sebesar 58,68% secara YoY.

Baca Juga: Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan, Ini Strategi Ciputra Life

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News