Asippindo Ungkap Faktor Pendorong Nilai Imbal Jasa Penjaminan Membaik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai Imbal Jasa Penjaminan (IJP) industri penjaminan terus menunjukkan perbaikan meski masih terkontraksi.

Misalnya saja, IJP industri per Oktober 2025 terkontraksi sebesar 10,5% secara year on year (YoY), menjadi terkontraksi 7,96% YoY dengan nilai mencapai Rp 7,38 triliun per November 2025.

Mengenai membaiknya IJP industri, Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menilai hal tersebut tak terlepas dari mulai pulihnya aktivitas pembiayaan dan penyaluran kredit, khususnya pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan kredit produktif.


Baca Juga: Data OJK, Aset Industri Penjaminan Mencapai Rp 47,63 Triliun per November 2025

Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi mengatakan pemicu lainnya, yakni adanya penyesuaian strategi bisnis perusahaan penjaminan yang lebih selektif dalam memilih portofolio, serta peningkatan kualitas manajemen risiko juga turut berkontribusi menekan klaim dan memperbaiki pendapatan IJP.

"Dukungan kebijakan pemerintah dan stabilisasi kondisi makroekonomi juga memberikan sentimen positif terhadap permintaan penjaminan," katanya kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

Untuk 2026, Asippindo memandang prospek IJP penjaminan akan relatif lebih baik, jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Agus menerangkan tren perbaikan berpeluang berlanjut, seiring dengan membaiknya pertumbuhan kredit, meningkatnya kepercayaan pelaku usaha, serta optimalisasi program penjaminan pemerintah.

Baca Juga: Aset Perusahaan Penjaminan Tumbuh 2,03% per November 2025, OJK Catat Perlambatan

"Meskipun demikian, laju perbaikannya masih akan bersifat gradual karena industri tetap menghadapi tantangan dari sisi risiko kredit dan kehati-hatian lembaga keuangan," ujar Agus.

Sebagai informasi, data OJK mencatat nilai aset perusahaan penjaminan mencapai Rp 47,63 triliun per November 2025. Nilai itu tumbuh sebesar 2,03% secara YoY.

Adapun nilai klaim industri penjaminan mencapai Rp 6,61 triliun per November 2025. Nilainya terkontraksi sebesar 16,95% secara YoY. 

Selanjutnya: QXO Amankan Tambahan Pendanaan sebesar US$ 1,8 miliar Dipimpin Apollo dan Temasek

Menarik Dibaca: Wisatawan Mancanegara yang Gunakan Layanan KA Jarak Jauh Sepanjang 2025 Naik 3,7%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News